Kali ini, LPK yang memiliki empat program yakni Barista, Bartender, F&B Service serta Housekeeping ini telah merampungkan pembangunan gedung kuliah agar semakin representatif.
Pengelola LPK Bali Trinity College, Putu Ari Sagita, S.H, M.H, 27 menjelaskan, LPK ini berdiri sejak tahun 2021 saat Pandemi Covid-19 merebak.
Kala itu, sang ayah, I Wayan Sadia yang sedang bekerja di Kapal Pesiar harus terhenti sejenak karena Pandemi.
“Saat itu bapak saya sudah berkiprah di kapal pesiar sejak tahun 1999. Kemudian karena pandemi, akhirnya rehat sejenak. Nah saat mengisi kekosongan waktu itulah akhirnya mendirikan LPK ini,” kata Ari kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Saat dibuka, jumlah mahasiswa yang bergabung kuliah di LPK ini sebanyak 5 orang. Mereka mengambil pendidikan singkat selama 1 bulan.
Pada saat itu, program yang dibuka adalah Barista. Kemudian dibuka program Food and Baverage (F&B), Bartender dan Housekeeping
“Pada Batch pertama pembukaan fokus ke Barista dan pendidikan selama satu bulan. Kenapa satu bulan, karena pada saat itu sedang pandemi, sehingga biayanya juga menjadi pertimbangan, makanya kita jual yang short course. Saya dibantu oleh teman saat SMA sebagai pengajar karena punya pengalaman menjadi Barista di Negara Kuwait,” jelasnya.
Selama tahun 2021, sudah ada tujuh batch atau angkatan yang sudah bergabung. Mahasiswa berasal dari berbagai wilayah di Buleleng. Seperti Seririt, Buleleng Timur, hingga ada juga dari Denpasar.
“Bapak saya juga banyak berperan untuk mengajar, karena punya pengalaman kerja di Kapal Pesiar juga. Termasuk saat Training, kami sebar mereka di beberapa titik baik di Buleleng maupun di Denpasar, untuk menguatkan di dunia kerja,” ungkapnya.
Menariknya, meski baru berdiri, lulusan LPK nya sudah semakin dilirik. Mereka terserap ke wilayah Dubai sebagai Waiter, Kuwait bekerja sebagai Barista, dan ke Kapal Pesiar.
Ada juga lulusan lain yang lebih fokus membuat usaha di kopi di Bali, karena memiliki skil dalam dunia Barista.
“Dari lima orang lulusan, ada tiga yang keluar negeri. Tetapi, kami membantu memfasilitasi dan mengenalkan dengan Agen yang legal.
Memang permintaan juga lumayan tinggi. Karena kami tugasnya hanya mengedukasi, bukan menyalurkan.
Dengan berbekal semangat, Ari dan sang Ayah akhirnya semakin serius mengelola Bali Trinity College. Terlebih di Buleleng saat itu belum ada LPK yang focus menghasilkan lulusan tentang Barista.
Guna meningkatkan layanan, kemudian tahun 2022 ia bersama sang Ayah sepakat untuk merenovasi kantor LPK agar semakin maksimal. Proses renovasi kemudian tuntas dikerjakan pada tahun 2025. Proses pembelajarannya pun terpaksa vakum selama Pembangunan berjalan.
Akhirnya pada Jumat (18/4) secara resmi melaspas gedung baru yang berlokasi di Gang Walet, Jalan Kutilang, Kelurahan Kaliuntu bertepatan dengan Sugihan Bali.
Rencananya, proses pembelajaran akan segera bisa dilakukan, dengan melibatkan sekitar 5 pengajar yang berpengalaman.
Ari memaparkan, setiap program yang ditawarkan ada cluster. Pertama ada basic level setara Diploma 1 (D1) dengan program tiga bulan praktek, dan sisanya training selama 9 bulan. Mereka akan training di tempat yang relevan dengan dunia industri.
Sedangkan ada juga kelas eksekutif khusus bagi yang usia 21 tahun dan siap akan berangkat. Namun proses pembelajarannya sangat singkat, yakni 1 bulan.
“Jadi ada syarat tertentu, dia harus punya skil, hanya perlu diasah kemampuan berbahasa inggrisnya,” imbuhnya.
Di sisi lain, sebagai pengelola LPK, Ari mengaku tidak pernah menjanjikan akan memberangkatkan mahasiswanya ke Kapal Pesiar. Menurutnya, pihaknya hanya mendidik mahasiswa untuk meningkatkan kapasitasnya.
Selain membekali skill, LPK juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar tidak sembarangan memilih agent yang akan menyalurkan bekerja di Kapal Pesiar.
“Menurut kami, bisa tidaknya berangkat ke Kapal Pesiar itu sangat tergantung diri sendiri. Kalau niat maju pasti bisa, makanya kami akan mengedukasi mereka biar tidak salah langkah, misalnya terjebak dengan agent yang abal-abal, sehingga bisa tertipu,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika