Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AMOR ING ACINTYA! Geger di Perumahan Jembrana! Pria asal Tabanan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah: Polisi Ungkap Dugaannya

I Putu Suyatra • Jumat, 2 Mei 2025 | 13:14 WIB

OLAH TKP : Polisi melakukan olah TKP korban bunuh diri di Kelurahan Pendem. (Foto Polsek Kota Jembrana)
OLAH TKP : Polisi melakukan olah TKP korban bunuh diri di Kelurahan Pendem. (Foto Polsek Kota Jembrana)

BALIEXPRESS.ID - Suasana tenang di sebuah perumahan di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana mendadak mencekam.

Warga dikagetkan dengan penemuan mayat seorang pria di dalam rumah pada Kamis (1/5/2025). Identitas pria tersebut diketahui berinisial IWR (65), seorang warga asal Tabanan.

Tragisnya, dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri sebagai penyebab kematian.

Korban ditemukan dalam kondisi telentang miring dengan luka sayatan menganga di urat nadi lengan kiri, dengan posisi kepala berada di dalam kamar mandi dan separuh badannya di luar.

Baca Juga: Presiden Prabowo Optimis: Danantara Siap Kelola Aset Negara Rp16.800 Triliun Secara Transparan

Darah segar tampak mengalir deras dari luka tersebut.

"Korban ditemukan sudah tidak bernyawa," ujar seorang warga dengan nada terkejut.

Informasi yang berhasil dihimpun mengungkap bahwa korban dan istrinya baru beberapa waktu tinggal di perumahan tersebut.

Mereka pindah dari Tabanan demi memudahkan korban menjalani rutinitas pengobatan dan cuci darah.

Karena statusnya sebagai pendatang baru, banyak warga perumahan yang belum mengenal dekat sosok IWR.

Baca Juga: Misteri Kreteg Kuno Era Kerajaan Mengwi: Saksi Bisu Sejarah yang Terancam 'Ditelan' Zaman!

"Bukan asli Jembrana, asal Tabanan," imbuh warga tersebut.

Tim Polres Jembrana bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara menyeluruh sebelum jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara.

"Jenazah mau dibawa ke Tabanan. Saat ini masih menunggu keluarga menjemput," jelas Rina, Humas RSU Negara.

Kapolsek Kota Jembrana, Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika, membenarkan adanya peristiwa tragis ini.

Pihaknya menerima laporan penemuan mayat pada Kamis siang.

Kronologi kejadian bermula saat seorang saksi berpamitan kepada korban untuk sembahyang ke rumah saudaranya sekitar pukul 08.00 Wita.

Kemudian, sekembalinya ke rumah sekitar pukul 09.50 Wita bersama saksi lain, mereka mendapati pintu rumah terkunci.

Baca Juga: Kejutan di Gianyar! Bali United Bantai PSIS Semarang: Debut Adik Bintang Jadi Sorotan!

Curiga dengan keadaan, saksi mengintip melalui jendela kamar dan melihat kaki korban selonjor di depan pintu kamar tidur.

"Saksi masuk melalui jendela kamar untuk melihat keadaan, melihat korban sudah bersimbah darah di bagian lengan sebelah kiri di depan pintu kamar," ungkap Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika.

Lantas, apa yang mendorong pria berusia senja ini mengakhiri hidupnya dengan cara tragis? Dugaan kuat mengarah pada depresi akibat penyakit kronis yang dideritanya.

"Diduga karena depresi karena sakitnya. Korban memiliki riwayat penyakit ginjal akut dan sudah menjalani proses cuci darah," terang Kapolsek.

Kisah pilu di balik penemuan mayat ini menyisakan pertanyaan mendalam tentang perjuangan melawan penyakit dan dampaknya pada kesehatan mental.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada faktor lain di balik kejadian tragis tersebut. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#penemuan mayat #Gagal ginjal #cuci darah #tabanan #Kabupaten Jembrana