Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kematian Kadek Adi di Buleleng Diduga Akibat Benda Tumpul, tapi Pelaku Belum Terungkap: Ini Masalahnya

Nyoman Suarna • Selasa, 6 Mei 2025 | 20:12 WIB
MISTERI: Identifikasi jenazah Kadek Adi di TKP, Lovina, Buleleng. Hingga kini misteri penyebab kematiannya belum terpecahkan.
MISTERI: Identifikasi jenazah Kadek Adi di TKP, Lovina, Buleleng. Hingga kini misteri penyebab kematiannya belum terpecahkan.

BALIEXPRESS.ID – Hingga kini penyebab pasti kematian tragis Kadek Adi Wijaya (24) masih gelap.

Warga Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada itu ditemukan tak bernyawa dengan luka parah di kepala, Sabtu dini hari (3/5/2025), di kawasan Perumahan Grand Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng.

Namun, proses pengungkapan kasus ini tersendat akibat minimnya saksi dan ketiadaan rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian.

Kadek Adi ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terlentang di jalanan perumahan, bersimbah darah.

Luka di kepala bagian kiri diduga akibat hantaman benda tumpul.

Namun hingga lima hari pascakejadian, polisi masih kesulitan mengungkap pelaku maupun motif di balik kematian pria muda yang baru menikah dan sedang menantikan kelahiran anak pertamanya itu.

“Kami masih melakukan penyelidikan. CCTV di sekitar TKP nihil, jadi kami kehilangan salah satu alat bantu utama,” ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, Senin (5/5).

Penyelidikan makin sulit karena keluarga belum mengizinkan dilakukan autopsi. Hal ini membuat pihak kepolisian belum bisa memastikan secara medis penyebab kematian Kadek Adi.

“Jenazah masih dititipkan di RSUD Buleleng. Tim forensik belum bisa bekerja maksimal karena belum ada izin autopsi dari pihak keluarga,” imbuhnya.

Sebelum ditemukan tewas, Kadek sempat berpamitan keluar rumah Jumat malam (2/5) sekitar pukul 22.30 Wita.

Saat itu, wilayah Bali sedang mengalami pemadaman listrik massal.

Menurut keluarga, Kadek gelisah dan mengaku ingin "mencari angin".

Ia pergi tanpa membawa ponsel, dompet, atau uang. Bahkan kunci motor sempat disembunyikan oleh keluarga agar ia tak keluar, namun ia tetap memilih berjalan kaki.

Polisi telah memeriksa lima saksi, termasuk keluarga dan warga sekitar TKP, namun belum mendapat petunjuk berarti.

Tidak ada yang melihat langsung kejadian tersebut, dan warga sekitar pun mengaku tidak mendengar suara mencurigakan pada malam itu.

“Masih kami dalami apakah ini murni tindak kekerasan atau ada penyebab lain. Semua kemungkinan masih terbuka,” kata AKP Diatmika.

Hingga kini, misteri kematian Kadek Adi belum juga menemui titik terang.

Tanpa saksi, tanpa CCTV, dan tanpa hasil autopsi, aparat kepolisian masih berjibaku dalam gelap. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#kematian #tewas #pelaku #kadek adi #benda tumpul #buleleng