BALIEXPRESS.ID – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jembrana masih memprihatinkan.
Selama periode Januari hingga April 2025, tercatat sebanyak 150 kasus lakalantas terjadi di wilayah ini, dengan 12 korban tewas dan lebih dari 200 orang mengalami luka ringan.
Data ini diungkap langsung oleh Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, dalam keterangan resminya.
“Dari Januari sampai April 2025 tercatat 150 kecelakaan lalu lintas, menyebabkan 12 korban jiwa dan 201 luka ringan,” ujarnya, Selasa (6/5).
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni Januari hingga 20 Mei 2024, jumlah kecelakaan pada tahun lalu lebih tinggi, yakni 223 kejadian dengan 35 korban tewas dan satu korban luka berat.
Meski begitu, penurunan jumlah kasus tidak lantas menjadi alasan untuk lengah.
Iptu Aldri menegaskan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan sebagai kunci utama menekan angka kecelakaan di Jembrana.
Ia pun mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk di perjalanan.
“Kami imbau agar pengendara tetap fokus saat di jalan. Jika mengantuk, jangan ragu untuk menepi dan beristirahat sejenak. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegasnya.
Salah satu insiden kecelakaan yang terjadi pada April 2025 lalu memperlihatkan betapa fatalnya dampak kelalaian di jalan.
Salah satu kendaraan yang terlibat terlihat ringsek parah, menjadi pengingat nyata akan pentingnya kehati-hatian saat berkendara.
Polres Jembrana terus menggiatkan upaya edukasi dan patroli di titik-titik rawan kecelakaan sebagai langkah preventif. (*)
Editor : Nyoman Suarna