Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mulai Bergerak, Pemkab Buleleng Siapkan Psikolog Dampingi Siswa SMP yang Sulit Membaca

I Putu Mardika • Rabu, 7 Mei 2025 | 20:13 WIB

Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og saat memantau jalannya asesmen di SMP Negeri 1 Singaraja pada Rabu (7/5)
Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og saat memantau jalannya asesmen di SMP Negeri 1 Singaraja pada Rabu (7/5)
BALIEXPRESS.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengerahkan tujuh psikolog untuk mendampingi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengalami kesulitan membaca.

Langkah ini menjadi bagian awal dari program pendampingan intensif yang difokuskan untuk mengatasi rendahnya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) di kalangan pelajar.

Asesmen psikologis dimulai di SMP Negeri 1 Singaraja dan dipantau langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, pada Rabu (7/5).

Menurutnya, temuan lapangan menunjukkan sejumlah siswa SMP masih belum menguasai kemampuan dasar, bahkan sebagian mengalami gangguan perkembangan kognitif.

“Ada yang kemampuan belajarnya jauh di bawah rata-rata. Bahkan beberapa kasus masuk kategori retardasi mental ringan. Ini perlu penanganan khusus,” ujar Sutjidra.

Pendampingan akan dilakukan secara terstruktur melalui pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kemampuan.

Siswa dengan hambatan ringan akan diarahkan ke sekolah inklusif atau kelas khusus untuk mencegah tekanan psikologis akibat harus belajar dalam satu ruang dengan siswa tanpa hambatan belajar.

“Kita hindari risiko tekanan psikologis atau breakout. Maka pengelompokan sangat penting,” tambahnya.

Program ini juga melibatkan peran aktif keluarga. Setelah asesmen selesai, orang tua siswa akan dipanggil untuk menerima konseling guna membekali mereka dengan pengetahuan tentang cara mendampingi anak di rumah.

Dukungan lingkungan terdekat dinilai krusial, apalagi bagi siswa yang menjelang usia remaja.

“Selain itu, siswa juga akan dibekali pelatihan keterampilan sesuai minat mereka. Psikolog akan memberi rekomendasi untuk mempersiapkan kemandirian mereka di masa depan,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng tidak hanya menargetkan tingkat SMP. Program serupa juga akan dijalankan di jenjang Sekolah Dasar.

Sutjidra telah menginstruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk segera menguji kemampuan calistung siswa kelas 4 hingga 6 SD, sebagai dasar pemberian bimbingan lanjutan.

“Kepala sekolah wajib memastikan program ini berjalan dengan integritas. Jangan ada siswa naik kelas tanpa kesiapan dasar,” tegasnya.

Menurut Sutjidra, upaya ini merupakan bagian dari komitmen Buleleng untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Dengan pendampingan berjenjang dan berbasis asesmen psikologis, ia berharap siswa berkebutuhan khusus tidak lagi menjadi beban keluarga, melainkan mampu mengembangkan potensi sesuai kapasitasnya.

“Target akhirnya, mereka bisa hidup mandiri sesuai kemampuan masing-masing,” pungkas Bupati asal Desa Bontihing ini. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#smp #Tidak bisa membaca #psikolog #calistung #buleleng