BALIEXPRESS.ID-Usai viral dan mendapat sorotan dari Arya Wedakarna, DJ Diah Krisna akhirnya buka suara terkait penampilannya di acara perayaan kelulusan siswa SMKN 1 Tejakula, Buleleng.
Melalui akun media sosialnya, @djdiahkrisna memberikan beberapa poin klarifikasi.
Baca Juga: Korban Teriang Maling, Dua Pria Pekalongan Diamuk Massa Usai Gasak Uang Penjualan Gabah
Pertama, DJ Diah Krisna menegaskan bahwa dirinya bukanlah siswi ataupun alumni dari SMKN 1 Tejakula.
Ia hanya diundang dan menjadi talent DJ dalam acara tersebut.
“Kita diundang sebagai talent DJ, dan genre lagu serta outfit merupakan kesepakatan bersama antara kita dan panitia siswa,” jelasnya dikutip pada Jumat (09/05/2025).
Lebih lanjut, DJ Diah Krisna menyebut bahwa pelaksanaan kegiatan atas biaya kolektif mandiri siswa siswi tersebut.
“Acara tersebut dilaksanakan pada siang hari dan tidak ada unsur pornografi dalam acara tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: BIKIN GERAM! Rombongan Moge Dikawal Polisi Terobos Lampu Merah di Sragen
Acara berlangsung tertib dan setelah acara siswa siswi langsung pulang.
Poin ketiga, DJ Diah Krisna memohon maaf atas pro dan kontra akibat postingan tersebut.
Sebelumnya, Perayaan kelulusan siswa SMKN 1 Tejakula, Buleleng, Bali, menjadi sorotan setelah video pesta mereka yang menghadirkan DJ viral di media sosial.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh Senator DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, melalui akun Instagram pribadinya @aryawedakarna pada Rabu, 7 Mei 2025.
Dalam caption unggahannya, Arya mengkritik keras acara tersebut dan menyebut akan melakukan sidak ke sekolah.
“Temuan SMKN 1 Tejakula Buleleng, tunggu AWK sidak ke sekolah yang doyan party… Bali sedang prihatin, ekonomi belum berjalan, kok bisa-bisanya perpisahan sekolah begini,” tulisnya dikutip Kamis, 8 Mei 2025.
Baca Juga: Gelombang Penolakan Ormas Baru di Bali: Ada Apa di Balik Pintu 'Nol Toleransi'?
Video ini langsung menarik perhatian warganet dan sudah disukai lebih dari 7 ribu akun serta dibanjiri lebih dari seribu komentar.
Sebagian besar komentar berisi kritik terhadap gaya perayaan tersebut, terutama karena dianggap tidak pantas dilakukan dalam suasana prihatin ekonomi.
Beberapa netizen menilai acara tersebut terlalu berlebihan, bahkan menyebut para siswa tampil seperti pengunjung klub malam.
Editor : Wiwin Meliana