BALIEXPRESS.ID-Dugaan kejadian perundungan terhadap salah satu siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bali viral di media sosial.
Kejadian itu diungkap oleh Kadek Bagiari selaku ibunda korban melalui akun Facebook pribadinya.
Dalam unggahannya, Kadek Bagiari menyampaikan bahwa anaknya kerap mengalami perundungan di sekolah.
Ia menyebut, anaknya diperlakukan kasar oleh teman-temannya, hingga menyebabkan luka fisik.
Unggahan tersebut disertai dengan beberapa foto yang menunjukkan kondisi anaknya, seperti seragam sobek di bagian lengan, bibir berdarah, rahang bengkak, dan wajah sang anak yang menangis.
“Begini anak anak sekarang, kalau ini tidak tiak di tindak lanjuti saya akan bertidak tegas, selalu di buli disekolah karna gak punya bpk, di kroyok di bilang anak yatim saya masih bisa terima tapi kalau sudah main kekerasan, rambut di jambak di pukul, mulut sampe berdarah seperti ini saya siap akan tidak lanjuti anak ini walaupun tidak punya bapak masih ada seorang ibu yg akan selalu ada dan siap melindungi,” tulis Kadek Bagiari dalam unggahan tersebut, dikutip Sabtu, 10 Mei 2025.
Hingga kini, unggahan tersebut telah disukai oleh lebih dari 1.900 akun dan dibagikan lebih dari 3.000 kali.
Baca Juga: Pelabuhan Benoa Ricuh! Keributan Antar Kelompok Pendatang Viral Hingga Buat Warganet Geram
Unggahan tersebut juga menuai banyak komentar dari pengguna Facebook.
Sebagian besar pengguna meminta agar kejadian ini dilaporkan ke pihak berwajib.
“Visum dokter lapor polisi biar efek jera ditangani pihak yg berwajib,” komentar akun Hitam Satu.
“Sing mlajahin budipekerti murid ne ,guru perlu jga di prtanyakan klau sprti ini ??,” tulis akun Dewa Made Tirta.
“Wah kurang ajar skali:kasih pelajaran mbok :kasian cinta . Tujuan nya mereka sekolah buat apa kalau hati nuraninya gk ada mski gk semua,anak yg buly harus kasih efek biar jera,” komentar akun Sari Dewiq.
“Laporin biar ada tindak lanjut dan konsekuensi dan pertanggung jawaban pihak sekolah,” tulis akun Agus Sumiarta.
Komentar lain juga datang dari akun Komang Budi Asih yang turut prihatin dengan keadaan anak tersebut.
“Turut prihatin dek, datengin sekolaj dek ngk bisa d biarkan itu, dl Andina juga pernah kena kasus ini kepalanya d pukul, setelah mbk datang kesekolah anak yang membuly ngk berani lagi.” Tulisnya dalam kolom komentar.
Baca Juga: Terungkap! Penyebab Ritual Hindu Bali Terasa 'Mahal': Bukan Hanya Soal Banten Mewah!
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah mengenai peristiwa yang dilaporkan.
Lokasi sekolah dan kronologi pasti kejadian juga belum diketahui secara jelas, pihak juga keluarga belum memberikan keterangan tambahan di luar unggahan tersebut.
Belum ada informasi apakah laporan resmi telah dibuat kepada pihak kepolisian atau dinas pendidikan setempat.
Kasus ini masih menjadi perhatian di media sosial, namun belum diketahui bagaimana penanganan lanjutan dari pihak terkait.
Editor : Wiwin Meliana