BALIEXPRESS.ID – Bak lolos dari mulut maut! Pasangan lansia I Nyoman Tindra dan istrinya dari Banjar Dinas Cangwang, Desa Bunutan, Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, selamat secara ajaib dari insiden mengerikan.
Rumah yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup mereka rata dengan tanah diterjang longsor dahsyat pada Rabu (14/5) dini hari.
Firasat Buruk Jadi Kunci Selamat
Informasi yang dihimpun mengungkap fakta mengejutkan. Sebelum bencana alam itu terjadi, I Nyoman Tindra ternyata sudah memiliki firasat buruk.
Baca Juga: Cerita di Balik Ormas GRIB Jaya Tabanan Mendadak Bubarkan Diri Usai Viral: Ada Apa di Balik Layar?
Tebing curam di belakang rumahnya terasa labil dan retakan-retakan tanah mulai terlihat jelas.
Keajaiban terjadi, saat longsor mengamuk dan menimbun seluruh bangunan, pasutri lansia itu tidak berada di sana!
Warga Sigap Lapor BPBD, Akses Jalan Tertutup Longsor
Menyaksikan kedahsyatan longsor, warga sekitar dengan sigap melaporkan kejadian ini ke BPBD Karangasem.
Material longsoran yang masif menimbun rumah korban dan sejumlah barang berharga, menimbulkan kekhawatiran mendalam.
Tak hanya itu, longsor juga memutus akses jalan, menambah keprihatinan warga.
BPBD Karangasem Bergerak Cepat, Koordinasi dengan Dinas PUPR
Merespons laporan darurat, Kalaksa BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa langsung menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan penanganan cepat.
"Ada beberapa laporan yang masuk yang didominasi oleh tanah longsor dan pohon tumbang akibat hujan deras yang melanda wilayah Karangasem," ujarnya, menjelaskan situasi genting di wilayah tersebut.
Tak hanya di Desa Bunutan, bencana longsor juga melanda wilayah Desa Ban dan sekitarnya.
BPBD Karangasem kini berkoordinasi intensif dengan Dinas PUPR Kabupaten Karangasem untuk melakukan assessment menyeluruh dan mengambil langkah tanggap darurat secepat mungkin.
Kisah selamatnya pasutri lansia ini menjadi secercah harapan di tengah ancaman bencana alam yang melanda Karangasem.
Namun, kerugian materiil yang dialami I Nyoman Tindra dan istrinya sangat besar. Uluran tangan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu mereka bangkit kembali. ***
Editor : I Putu Suyatra