Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Miris! Gadis Belia di Buleleng Diduga Dijual Teman Via MiChat, Orang Tua Geram

I Made Mertawan • Kamis, 22 Mei 2025 | 14:06 WIB
ilustrasi prostitusi online
ilustrasi prostitusi online

BALIEXPRESS.ID- Seorang remaja putri berinisial KA, 15, asal Kecamatan Buleleng, Bali, diduga menjadi korban praktik perdagangan orang.

Ironisnya, dalang di balik dugaan perdagangan orang ini tak lain adalah teman korban sendiri.

Dua temannya memanfaatkan aplikasi MiChat sebagai 'lapak' transaksi perdagangan orang.

Amarah dan kepedihan jelas dirasakan oleh orang tua KA. Tak sudi putri mereka terjerumus dalam lingkaran eksploitasi seksual, mereka pun langsung mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian ini ke Mapolres Buleleng.

Rentetan kejadian ini diduga bermula pada Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 02.00 Wita. Lokasinya adalah sebuah rumah kos yang terletak di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng.

Kecurigaan warga setempat terhadap dua sosok asing yang berada di lingkungan mereka menjadi titik awal terkuaknya kasus ini.

Laporan dari warga kemudian mengantarkan pihak kepolisian ke lokasi.

Di sana, petugas berhasil mengamankan dua berinisial GA dan A. Hasil interogasi awal mengungkap pengakuan keduanya yang menyebutkan telah membawa KA untuk dipertemukan dengan seorang pria hidung belang yang telah memesan layanan melalui MiChat.

Tragisnya, usai perbuatan tidak senonoh itu terjadi, korban dikabarkan menerima imbalan sebesar Rp250 ribu, nominal yang telah disepakati sebelumnya melalui aplikasi tersebut.

"Benar, ada laporan masuk. Kejadian berlangsung April lalu, namun baru dilaporkan pada Mei. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika.

Pihak keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian itu berharap agar para pelaku yang terlibat dapat diproses hukum seadil-adilnya.

Saat ini, GA dan A, yang notabene adalah rekan korban, telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Penyidik masih berupaya keras untuk mendalami secara utuh peran masing-masing dalam kasus ini.

" Teknisnya masih kami dalami. Apakah korban menawarkan diri sendiri atau melalui perantara,” terang Diatmika. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#perdagangan orang #bali #buleleng