Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PRIHATIN! Kasus Ulah Pati Marak di Bali, Niluh Djelantik Desak Pemerintah Segera Cari Solusi

Putu Ayu Aprilia Aryani • Jumat, 23 Mei 2025 | 15:30 WIB

Niluh Djelantik sampaikan rasa prihatin saat Pria Asal Banyuning Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kosong
Niluh Djelantik sampaikan rasa prihatin saat Pria Asal Banyuning Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kosong

BALIEXPRESS.ID-Seorang pria asal Banyuning, Buleleng, ditemukan ulah pati dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di sebuah rumah kosong yang tidak berpenghuni di Lingkungan Muding Mekar, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, pada Kamis (22/5/2025).

Dugaan sementara pihak kepolisian menyatakan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Baca Juga: Remaja 17 Tahun Meninggal Saat Latihan Silat, Keluarga Pastikan Tak Ada Riwayat Penyakit

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti dari peristiwa tersebut.

Peristiwa ini kemudian mendapatkan perhatian dari anggota DPD RI asal Bali sekaligus aktivis sosial, Ni Luh Djelantik.

Melalui akun Instagram pribadinya, Ni Luh Djelantik mengunggah ulang informasi mengenai insiden ini sembari menyampaikan ucapan belasungkawa.

Dalam unggahannya, Ni Luh menuliskan, “Dumogi amor ing Acintya,” yang dikutip pada Jumat, 23 Mei 2025.

Lebih lanjut, Niluh Djelantik merasa sangat prihatin dengan maraknya kasus Bundir yang terjadi di Bali.

Menurutnya, salah satu fakto penyebab adalah banyaknya beban hidup masyarakat.

Baca Juga: Amor Ing Acintya! Pria Buleleng Nekat Ulah Pati di Rumah Kosong Kawasan Kuta Utara

“Begitu berat beban semeton, usaha tambah sepi, tanggung jawab sebagai kepala keluarga juga krama harus dipenuhi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta agar pemerintah dan pejabat mencari solusi dan menyediakan ruang aman bagi warga yang sedang mengalami permasalahan.

Hingga saat ini, unggahan tersebut telah disukai oleh lebih dari 8.000 akun.

Lebih dari 500 akun warganet ikut memberikan komentar dalam unggahan tersebut

“Innalillahiwainnailahirozi’un. Turut berduka dari hati paling dalam,” tulis akun @_unyil_balinuamoorea.

Ada pula netizen yang menyoroti perlunya ruang pengaduan bagi masyarakat Bali,

“Astagaa... Kyknya perlu di kita masyarakat Bali ada tempat mengadu,” ketik akun @nonces8.

“Miris mengetahui makin banyak terjadi hal ini, tolong lah semeton hindari melakukan ini, yang ada makin sengsara stelahnya. Bali benar-benar butuh healing secara energi dan cahaya Hyang Widhi,” tulis akun @airyjoeyy_.

Baca Juga: Benarkah 375 Siswa SMP di Buleleng Tak Bisa Membaca? Ini Faktanya!

Netizen lain menyesalkan kurangnya perhatian terhadap orang yang tengah kesulitan saat masih hidup, serta tekanan sosial yang kerap dirasakan oleh masyarakat Bali.

“Kl orang Uda meninggal baru semua pada kasian...terkadang saat Masi hidup butuh bantuan ga da yg nolong,” tulis akun @byflower_moontiara.

“Jaen hidup di Bali tapi ternyata banyak masyarakatnya depresi, emg tidak dipungkiri Bali peringkat tertinggi untuk kasus bundir. Tekanan sosial dan adat bener2 banyak membuat masyarakat tertekan.. Mau hidup sederhana terasa amat susah dri pada harus mengurangi tuntutan sosial,” ketik akun @gugun_tur.

Seorang pengguna juga mengaitkan fenomena ini dengan masalah ekonomi, khususnya jeratan utang.

“Mbok @niluhdjelantik kesayangan, beberapa yg budir kebanyakan krn judol dan pinjol, klo ini jg seperti itu mohon solusinya mbok, pedalem nyame bali terus kene,” komentar akun @nitaardana.

 

Editor : Wiwin Meliana
#prihatin #solusi #ulah pati #Niluh Djelantik