Berbekal pengalaman panjang sebagai jurnalis dan aktivis informasi publik, pria kelahiran Banyuatis, Buleleng, 20 Desember 1972 ini kini kembali dipercaya memimpin Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali untuk periode kedua, 2025–2028.
Karier jurnalistiknya dimulai sejak usia muda. Tahun 1993, Agus Astapa meniti karier sebagai wartawan di Bali Post Grup.
Sepuluh tahun mengabdi di media terbesar di Bali itu membentuk dasar keterampilannya dalam mengelola informasi dan menjalin komunikasi publik yang efektif.
Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya di dunia jurnalistik melalui Warta Bali (2003–2005), kemudian memperluas jangkauan liputannya sebagai reporter antv Bali hingga tahun 2011.
Pengalaman di media lokal dan nasional menjadikan Agus Astapa figur yang memahami ekosistem media dari berbagai sisi.
Langkahnya tidak berhenti di ruang redaksi. Ia terjun lebih dalam ke ranah kebijakan publik melalui Komisi Informasi Bali.
Mulai dari posisi Wakil Ketua (2012–2014), Anggota (2014–2016), hingga menjadi Ketua Komisi Informasi Bali (2016–2020), ia mendorong transparansi dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.
Komitmen dan integritasnya dalam memperjuangkan hak masyarakat atas informasi berbuah kepercayaan baru.
Pada tahun 2021, Agus Astapa dilantik sebagai Ketua KPID Bali. Dalam kepemimpinannya, ia aktif mendorong penyiaran yang sehat, edukatif, dan menjunjung nilai-nilai budaya lokal Bali.
Dengan dukungan pengalaman manajerial yang ia miliki sebagai lulusan Magister Manajemen Universitas Warmadewa, Agus Astapa mampu merancang kebijakan strategis di bidang penyiaran, termasuk penguatan lembaga penyiaran komunitas dan peningkatan literasi media di masyarakat.
Baca Juga: Waduh! WNA Terjatuh Akibat Trotoar Rusak Ubud, Kondisi Fasilitas Publik Tuai Sorotan
Tak hanya berkiprah di ranah profesional, Agus Astapa juga aktif dalam berbagai organisasi. Sejak 2013, ia menjabat sebagai Ketua Alumni Pascasarjana Universitas Warmadewa dan turut aktif dalam struktur adat Bali sebagai Prajuru Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) dan Majelis Desa Adat (MDA) Bali.
Di masa mudanya, ia telah menunjukkan bakat kepemimpinan. Ia tercatat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Udayana pada 1994–1995, meskipun kemudian berkarier di bidang komunikasi.
Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kapasitasnya dalam menjembatani berbagai disiplin ilmu dan kebutuhan masyarakat.
Dalam kehidupan pribadi, Agus Astapa dikenal sebagai sosok yang hangat dengan keluarga. Ia menikah dengan Nyoman Ayu Eni, S.I.Kom, dan dikaruniai dua anak: Krisna Astapa Putra dan Dhea Natasya Putri. Keluarganya menjadi fondasi kuat yang mendukung kiprahnya di dunia publik.
Selama bergabung di KPID, Agus rutin turun menyambangi media massa, baik cetak, elektronik maupun online.
Ia menginisiasi kerja sama sinergis antara lembaga pengawas penyiaran, institusi akademik, dan pemerintah daerah guna menciptakan ekosistem media yang edukatif serta berorientasi pada tanggung jawab sosial.
“Diperlukan peningkatan mutu konten dari seluruh lembaga penyiaran, disertai dengan penataan ulang dan integrasi media, baik yang bersifat konvensional maupun digital, agar lebih relevan dengan perkembangan zaman." Pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika