BALIEXPRESS.ID – Meski berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, kasus Tuberkulosis (TBC) masih ditemukan di Kabupaten Klungkung. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat, sebanyak 50 kasus TBC terdeteksi sepanjang triwulan pertama tahun 2025.
“Untuk triwulan pertama 2025, ditemukan 50 kasus TBC,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Klungkung, Ketut Ardana.
Pada tahun sebelumnya, yakni sepanjang 2024, tercatat 202 kasus TBC di Klungkung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 149 pasien menjalani pengobatan dan pemantauan rutin di wilayah Klungkung, sementara sisanya memilih berobat di luar daerah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa TBC masih menjadi tantangan serius dalam dunia kesehatan di Klungkung. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung terus menggencarkan berbagai program pencegahan dan penanggulangan penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut.
Upaya yang dilakukan antara lain melalui sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan TBC, kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), vaksinasi BCG bagi bayi baru lahir, pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT), serta peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal dan pemukiman. Dinas juga menekankan pentingnya pencegahan dan pengendalian infeksi TBC di fasilitas pelayanan kesehatan maupun ruang publik.
“Diagnosis TBC ditegakkan melalui pemeriksaan bakteriologis menggunakan alat tes cepat molekuler,” jelas Ardana.
Terkait dengan rencana vaksinasi TBC massal dari pemerintah pusat, Ardana menuturkan pihaknya belum menerima petunjuk teknis maupun persiapan pelaksanaannya di daerah.
“Sampai saat ini belum ada arahan mengenai vaksinasi TBC massal di Klungkung. Namun untuk pengobatan, kami tetap mengikuti standar, yakni dengan prinsip tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara,” tegasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana