BALIEXPRESS.ID-Sebuah taman pribadi yang sempat viral karena dibangun di atas trotoar di Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, akhirnya dibongkar.
Penertiban tersebut dilakukan menyusul peringatan sebelumnya dari Satpol PP agar pemilik taman membongkar bangunan tersebut dan mengembalikan fungsi trotoar sebagai hak pejalan kaki.
Baca Juga: Ni Luh Djelantik Kritik Keras Pemkab Gianyar Usai Ojol Jadi Korban Jalan Rusak
Namun, warganet sempat mengkritisi hal tersebut karena taman pribadi diatas trotoar tersebut tidak mengganggu pejalan kaki, bahkan justru mencegah adanya pengendara motor yang melanggar aturan dengan berkendara diatas trotoar.
Kini, ketika taman tersebut dibongkar, reaksi dari masyarakat kembali mencuat.
Kali ini, gelombang kekecewaan muncul dari berbagai pihak, termasuk dari senator DPD RI serta aktivis sosial Bali, Ni Luh Djelantik.
Ia menyuarakan pendapatnya melalui akun Instagram pribadi dengan mengunggah kembali informasi dari akun @hallo.denpasar.
Dalam unggahannya, Ni Luh menuliskan rasa kecewa terhadap tindakan pembongkaran taman tersebut.
Baca Juga: BRIDA Bangli Kaji Peta Potensi Daerah, Hasilnya Bisa Ubah Arah Usaha Warga
“PERBAIKI DULU JALAN MEUKIR DAN TROTOAR RUSAK DI GIANYAR yang sudah bikin kecelak*an berulang kali, ini trotoar yang sudah cantik malah dibongkar. Di mana empati dan nalar kalian,” tulisnya dalam caption, dikutip Sabtu, 31 Mei 2025.
Tak berhenti di situ, Ni Luh juga menambahkan sindiran untuk para pejabat daerah.
“Nangis rakyat yang gaji kalian.” Tulisnya.
Pernyataannya tersebut menuai banyak dukungan dari para pengguna Instagram yang juga turut menyuarakan hal senada.
“sayang sekali... padahl bagusan ada taman loh.” Tulis akun @diah_yuliandari.
“parah bgttt!!! masih bnyk hal lain yg harus diperbaiki, yg sudah baik malah dirusak! bener2 deh speechless!!” ketik akun @sissysosro.
“Padahal tamannya bagus bgt & ada tempat orang jalannya. Dan betul, kl gak dibuat jadi taman, pasti akan dibuat jadi lapak. Akhirnya, orang gak bisa jalan di trotoir.” Ketik akun @evirumondang
Sementara itu, warganet juga mempertanyakan substansi tindakan tersebut serta menyoroti prioritas pemerintah dalam menanggapi infrastruktur jalan.
“Heran, substansi trotoar untuk pejalan kaki masih bisa dilalui dgn jalan kaki malahan jadi enak dipandang untuk jalan kok dibongkar? Lain halnya taman di trotoar itu menghalangi pejalan kaki.” Komentar akun @ adisapta_
“Lebih baik jalan berlubang, trotoar jebol ketimbang di bikin taman mbok , seperti itu pikiran mereka.” Ketik akun @ jublg_
Peristiwa ini pun kembali menyoroti persoalan tata kota, prioritas penertiban, dan kesenjangan antara aturan serta kebutuhan visual maupun fungsional ruang publik.
Warganet berharap agar tindakan aparat tidak semata-mata berdasarkan prosedur, namun juga mempertimbangkan kenyamanan dan aspirasi warga.
Editor : Wiwin Meliana