Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Vaksinasi Rabies Darurat Digelar di Sumber Sari Usai 9 Warga Jembrana Digigit Anjing Gila

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 5 Juni 2025 | 14:01 WIB
Kegiatan vaksinasi rabies darurat di Desa Sumber Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (4/6/2025).
Kegiatan vaksinasi rabies darurat di Desa Sumber Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (4/6/2025).

BALIEXPRESS.ID-  Aparat Desa Sumber Sari, Kabupaten Jembrana bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan, Bidang Keswan Kesmafet Jembrana langsung bergerak cepat dengan menggelar vaksinasi rabies darurat setelah insiden anjing gila mengamuk dan menggigit sembilan warga di Desa Sumber Sari.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran rabies yang lebih luas di desa tersebut.

Vaksinasi darurat ini menargetkan anjing liar serta hewan penular rabies yang dipelihara warga.

Petugas menyusuri rumah demi rumah mencari hewan yang diduga sempat kontak langsung dengan anjing gila yang sebelumnya menyebabkan kepanikan.

Gusti Ngurah Gede Arya Pinatih, salah satu warga, mengungkapkan kecemasan warga terkait insiden ini.

"Saya sebagai warga merasa cemas ada anjing rabies. Saya harap warga yang punya anjing agar memelihara dan menjaganya dengan baik agar tidak sampai terjadi seperti kemarin," tuturnya.

Pada kegiatan vaksinasi rabies darurat tersebut, petugas berhasil memvaksin 51 ekor anjing dan 7 ekor kucing milik warga setempat.

Harapannya, vaksinasi ini dapat menekan laju penularan rabies di Desa Sumber Sari.

Drh. I Gede Adi Adnyana, Plt Kabid Keswan Kesmafet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, mengungkapkan bahwa jumlah kasus gigitan di desa tersebut bertambah menjadi sembilan orang.

"Untuk kasus gigitan di Sumber Sari, setelah kami streching, ada penambahan satu orang dan juga menggigit satu ekor kucing dan anjing. Maka dari itu, hari ini kami melakukan vaksinasi darurat," jelasnya.

Menurut data Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Keswan Kesmafet Jembrana, sepanjang tahun 2025 hingga saat ini sudah tercatat 52 kasus gigitan anjing positif rabies.

Dari hasil uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar, lima sampel otak anjing yang menggigit warga masih dinantikan hasilnya.

Potensi penambahan kasus rabies di Jembrana masih mungkin terjadi, mengingat kasus rabies kerap menjadi ancaman serius di ujung barat Pulau Bali ini. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#rabies #vaksinasi #jembrana