Tragis! ABK Asal Manado Tewas Tenggelam di Pelabuhan Benoa, Basarnas Ungkap Kendala Penemuan Jasad
I Gede Paramasutha• Selasa, 10 Juni 2025 | 00:30 WIB
Jenazah Fajar dievakuasi.
BALIEXPRESS.ID – Nasib nahas menimpa Fajar Hermawan, seorang Anak Buah Kapal (ABK) Bina Hasil 16 berusia 30 tahun. Ia ditemukan tewas tenggelam di Kolam Bandar Nelayan, Dermaga Barat, Pelabuhan Benoa, pada Minggu (8/6) siang.
Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan dan keluarga korban.
Berenang Santai Berakhir Petaka
Menurut Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Wayan Juni Antara, kejadian bermula sekitar pukul 13.30 WITA.
Fajar, ABK asal Manado itu, diketahui sedang berenang bersama teman-temannya. Namun, secara tiba-tiba, ia menghilang dari permukaan air dan tak kunjung muncul kembali.
Kabar hilangnya Fajar kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 16.00 WITA oleh KP3 Pelabuhan Benoa, memicu respon cepat dari tim penyelamat.
Pencarian Dramatis di Kedalaman 6 Meter
Tim Basarnas Bali yang terdiri dari enam petugas dan dua ABK KN SAR Arjuna 229 segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Mereka membagi tugas dan langsung menuju posisi terakhir Fajar terlihat menggunakan perahu nelayan.
"Dua orang personel diturunkan untuk melakukan penyelaman dengan kedalaman sekitar 6 meter," jelas Juni Antara.
Pencarian yang penuh tantangan ini ternyata langsung membuahkan hasil pada sorti pertama penyelaman.
Namun, kondisi di bawah air tidaklah mudah. Tim penyelam sempat mengalami kendala serius, yaitu jarak pandang yang terbatas karena dasar laut yang berlumpur.
Ditemukan Tak Bernyawa, 60 Meter dari Titik Awal
Pada pukul 17.43 WITA, atau sekitar dua jam setelah laporan diterima, Fajar akhirnya ditemukan. Sayangnya, ia ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dasar laut, sekitar 60 meter dari titik awal ia tenggelam.
Jasadnya kemudian diangkat ke perahu dan dibawa ke tepian, sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah menggunakan Ambulance BPBD Kota Denpasar.
Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya yang selalu mengintai di perairan, serta kesigapan tim Basarnas dalam melakukan operasi penyelamatan.