BALIEXPRESS.ID – Sebuah unggahan video TikTok dengan judul "Hampir Kena Begal di Padangbai Bali" mendadak viral dan menghebohkan jagat maya.
Video ini merekam pengalaman menegangkan seorang penumpang yang mengaku nyaris menjadi korban intimidasi oknum sopir lokal sesaat setelah tiba di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.
Insiden ini sontak memicu perdebatan sengit dan membuka kembali luka lama terkait carut-marut layanan transportasi di salah satu gerbang utama Pulau Dewata tersebut.
Pengguna TikTok dengan akun @farisrasyadana membagikan kronologi mencekam saat dirinya dan rekan tiba di Padangbai pada pukul 04.00 dini hari setelah menyeberang dari Lombok.
Ia menceritakan bagaimana mereka langsung "dikejar-kejar" dan "dipaksa" naik taksi lokal, meskipun sudah berulang kali menolak.
"Bahkan sopir taksi online ini dimaki-maki sama sopir taksi lokal dan kita dipaksa untuk turun. Akhirnya daripada ribet ya kita turun lah. Buset, nggak enak banget kan," keluhnya dalam video tersebut.
Yang lebih mengejutkan, intimidasi tak berhenti di situ.
Faris mengaku terus dibuntuti bahkan hingga satu kilometer dari pelabuhan.
Ia dan rekannya terpaksa berjalan kaki dan mencari perlindungan di sebuah penginapan terdekat, menunggu situasi kondusif untuk bisa memesan taksi online dengan harga yang lebih masuk akal.
Gelombang Keluhan Warganet: Bukan Kali Pertama!
Video viral ini sontak memicu gelombang komentar dari warganet yang sebagian besar menyayangkan praktik tidak menyenangkan tersebut.
Baca Juga: Yayasan Binawan dan Poltekkes Kemenkes Denpasar Resmi Meluncurkan Program Kelas Eropa di Bali
Banyak yang mengaku pernah mengalami hal serupa, namun enggan atau takut untuk menyuarakan.
"Akhirnya ada yang komplain," tulis akun Abdulah Duloh, mengapresiasi keberanian Faris.
Akun Sandro menambahkan, "Akhirnya ada yang speak up. Terima kasih abang semoga pemerintah setempat segera menertibkan aturan transportasi di sana."
Tak sedikit pula yang mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan kasus baru.
"Kejadian kek gini bukan yang pertama kalinya. Tapi yang lain males speak up. Tolonglah kepada yang punya otoritas di sana hal kayak gini harus ditertibkan jangan sampai terus terulang," ujar Dolpin.
Bahkan, ada cerita yang lebih ekstrem. Pemilik akun Ichiban menceritakan bagaimana mobil carteran mereka dari Buleleng menuju Padangbai "diuber" dan "dikejar-kejaran" oleh sopir lokal, memaksa sopir carteran mereka memberikan uang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Wajah Pariwisata Bali Terancam? Tantangan Serius Pelabuhan Padangbai
Insiden ini menyoroti masalah serius terkait pengawasan dan penertiban transportasi publik di area Pelabuhan Padangbai.
Praktik intimidasi semacam ini tidak hanya merugikan penumpang secara finansial dan psikologis, tetapi juga berpotensi mencoreng citra pariwisata Bali sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan.
Masyarakat dan wisatawan berhak mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Pertanyaannya, sampai kapan praktik-praktik tak terpuji ini dibiarkan merajalela di gerbang masuk Pulau Dewata?
Pemerintah daerah dan pihak berwenang diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan oknum-oknum sopir yang meresahkan demi menjaga kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Padangbai. ***
Editor : I Putu Suyatra