Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penangkapan Pelaku Penembakan WNA Australia hingga Usulan Tabuh Rah Jadi WBTB, Begini Komentar Koster

Rika Riyanti • Senin, 23 Juni 2025 | 04:22 WIB

 

RESMIKAN: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Dr. Ketut Sumedana, meresmikan Bale Kertha Adhyaksa yang ditandai dengan pemukulan kulkul di Gedung DNA
RESMIKAN: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Dr. Ketut Sumedana, meresmikan Bale Kertha Adhyaksa yang ditandai dengan pemukulan kulkul di Gedung DNA

 

 

BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali Wayan Koster angkat suara terkait dua kasus pembunuhan yang baru-baru ini menggemparkan Bali, yakni insiden penembakan terhadap warga negara Australia dan pembunuhan di arena tajen.

Ia juga memberikan penjelasan soal sejumlah penampilan dari kabupaten yang mengangkat budaya tabuh rah dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang dinilai mirip tajen, hingga wacana pengusulan tajen sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Saat ditemui di sela rangkaian PKB ke-47, Koster menegaskan bahwa tajen yang ditampilkan dalam konteks PKB bukanlah tajen dalam arti perjudian sabung ayam, melainkan bagian dari kontestasi budaya Bali yang sarat nilai tradisi.

Baca Juga: Bali Tuan Rumah ITOP Forum ke-26, Akan Kembanbkan Wisata Kebugaran Berbasis Alam dan Budaya

"Oh, bukan. Itu kan tajen yang bukan seperti yang dimaksud dalam judi, ini tajen dalam kontes kultur budaya, tradisi," ujarnya, Sabtu (21/6).

Terkait kemungkinan pengusulan tabuh rah menjadi Warisan Budaya Tak Benda, Koster menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap kajian.

"Jangan dulu, masih dikaji dulu," katanya singkat.

Baca Juga: Gelar Hari Yoga Internasional ke-11, Dihadiri 1.500 Orang

Di sisi lain, Koster menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Bali yang berhasil menangkap tiga orang pelaku penembakan terhadap WNA asal Australia tersebut.

Penembakan yang terjadi di kawasan Canggu ini sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat dan wisatawan.

"Saya ucapkan selamat kepada Pak Kapolda yang sudah berhasil menangkap pelakunya," ujar Koster.

Menyikapi dua kasus pembunuhan yang terjadi secara berdekatan, Koster menekankan pentingnya penertiban secara tegas sebagai langkah evaluasi terhadap keamanan dan ketertiban di Bali.

"Artinya harus ada penertiban dengan tegas," tegasnya.

Saat ditanya apakah akan ada peninjauan ulang terhadap kebijakan visa on arrival (VoA) bagi wisatawan asing sebagai respons terhadap kejadian tersebut, Koster mengatakan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan secara sepihak.

Baca Juga: Kemenpar Matangkan Paket Wisata 3B, Harapkan Pemerataan Kue Pariwisata

"Gak bisa parsial, karena dilihat secara komprehensif," tandasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#Tabuh Rah #bali #tajen #WNA Australia #pkb