Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Resmikan KEK Sanur dan BIH, Presiden Prabowo Puji Jokowi dan Soroti Minimnya Dokter di Indonesia

Rika Riyanti • Kamis, 26 Juni 2025 | 15:37 WIB

DIRESMIKAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di The Meru Sanur, Rabu (25/6)
DIRESMIKAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di The Meru Sanur, Rabu (25/6)

 

 

 

BALIEXPRESS.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di The Meru Sanur, Rabu (25/6).

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, atas inisiasinya dalam merintis KEK Sanur yang kini menjadi pusat layanan kesehatan bertaraf internasional.

“Karena itu saya juga berbahagia hari ini saya yang meresmikan padahal KEK ini dirintis dari zaman Presiden Joko Widodo. Jadi sekali lagi saya gunakan kesempatan ini mengajak kita semua untuk menyampaikan penghargaan apresiasi atas keputusan Presiden Joko Widodo untuk membuka kawasan ekonomi khusus, karena KEK ini diputuskan di bawah pemerintah Pak Jokowi. Takdir saya yang dapat resmikan, yang baik-baik saya yang resmikan,” ujar Prabowo.

Baca Juga: PANAS! Ridwan Kamil Gugat Balik Lisa Mariana Rp 105 Miliar, Ngaku Reputasinya Rusak

Ia menambahkan, seluruh Presiden RI dari masa ke masa memiliki kontribusi dalam pembangunan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Prabowo mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan para pendahulu.

“Saya merasa mewarisi kebaikan dari kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya. Maka dari itu kita harus meneladani, dan selalu mengingat jasa-jasa yang baik dari pendahulu. Negara ini tidak hanya dibangun oleh satu dua orang, tapi lapisan demi lapisan, Presiden, Wakil Presiden, para Menteri, Gubernur, Bupati, Pengusaha, Petani, Nelayan,” ungkapnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Bangli Kritik Gedung Pemerintah Terbengkalai, Minta Disewakan jika Tak Terpakai

Ia juga menyoroti peran penting profesi-profesi lain dalam pembangunan bangsa.

“Dokter di mana-mana di tempat terpencil di gunung-gunung, profesor-profesor yang mengajar, yang mendidik murid-muridnya, insinyur-insinyur ini semua bagian dari pembangunan suatu bangsa,” katanya.

Namun, di tengah peresmian tersebut, Prabowo juga menggarisbawahi masih minimnya jumlah tenaga medis di Indonesia, terutama dokter spesialis dan perawat.

“Kita masih banyak kekurangan, kita masih kurang dokter, karena itu Menteri Kesehatan saya minta juga nanti Menteri Pendidikan kita harus segera tambah fakultas kedokteran, kita harus tambah juga akademi perawatan dan kita harus tambah pendidikan spesialis dengan efisien,” tegasnya.

Ia menilai proses pengembangan tenaga medis selama ini masih terhambat oleh regulasi yang tidak relevan dengan kebutuhan saat ini.

“Jangan terlalu terhimpit oleh prosedur-prosedur dan peraturan kuno, serta peraturan yang tidak bisa menjawab kesulitan dan tantangan masa kini,” lanjutnya.

Baca Juga: Belum Terungkap, Jenazah Perempuan Ditemukan di Dam Oongan Masih Misterius

Kepada pihak internasional yang turut mendukung pengembangan KEK Sanur, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya.

“And to our foreign friends, thank you for your participation, for your support. I think the special economic zone for medical services and health is something that Indonesia can be proud of, and your participation is very much appreciated,” tuturnya.

Menurutnya, Indonesia tak bisa lagi menggunakan cara lama dalam membangun sektor kesehatan dan pelayanan publik.

Baca Juga: Sosok I Wayan Tusta, Diangkat Jadi PPPK Karangasem meski Sisa Tugasnya Empat Bulan

Ia menegaskan pentingnya efisiensi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara.

“Tinggalkan itu, tidak ada tempat. Rakyat Indonesia tidak mau dengan sistem seperti itu. Rakyat Indonesia menuntut pemerintah yang efisien, pelayanan yang baik, pertanggungjawaban. Setiap uang rakyat tidak boleh disalahgunakan,” katanya.

Prabowo menilai KEK Sanur adalah contoh konkret terobosan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang kesehatan, yang perlu ditiru oleh sektor lain.

Baca Juga: Dolanan Gayung Batu Gianyar, Lebih dari Hiburan: Tradisi, Keseimbangan, dan Pesan Luhur

“Sehingga hari ini saya mendapat kehormatan untuk meresmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital, tadi juga saya sudah tandatangani prasasti di Bali International Hospital,” tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #Bali International Hospital (BIH) #Prabowo Subianto #the meru sanur