Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Singaraja Literary Festival 2025 Gaet Donny Dhirgantoro, Penulis Best Seller 5 cm

Dian Suryantini • Senin, 30 Juni 2025 | 19:05 WIB

Donny Dhirgantoro, penulis novel
Donny Dhirgantoro, penulis novel

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dunia literasi Buleleng akan kedatangan tamu istimewa. Donny Dhirgantoro, penulis fenomenal yang dikenal luas lewat novel best seller 5 cm, dijadwalkan hadir sebagai salah satu pembicara dalam ajang bergengsi Singaraja Literary Festival (SLF) yang digagas oleh Komunitas Mahima. Festival sastra tahunan ini akan digelar pada bulan Juli 2025 dan menjadi ruang temu antara para penulis, pembaca, serta pegiat literasi dari berbagai penjuru Indonesia.

Nama Donny Dhirgantoro bukan nama asing di belantika sastra dan perfilman Indonesia. Pria kelahiran 27 Oktober 1978 ini melejit setelah menerbitkan novel 5 cm pada tahun 2005. Novel tersebut bukan hanya laris manis di pasaran, tetapi juga membekas di hati para pembaca karena kisahnya yang menggugah semangat dan persahabatan. Dua tahun berturut-turut 5 cm bertengger di tangga buku terlaris nasional. Pada tahun 2012, novel ini diadaptasi menjadi film layar lebar dengan judul yang sama, dan sukses besar di bioskop Indonesia.

Donny merupakan alumni STIE Perbanas Jakarta angkatan 1997. Saat kuliah, ia aktif di organisasi fotografi kampus dan senat mahasiswa. Setelah lulus, sempat bekerja di sebuah bank swasta, sebelum akhirnya mengikuti panggilan jiwanya di dunia tulis-menulis. Dalam berbagai kesempatan, Donny menyebut bahwa 5 cm lahir dari pengalaman pribadinya bersama para sahabat saat mendaki Gunung Semeru—sebuah perjalanan fisik sekaligus batin yang mengubah cara pandangnya terhadap hidup, mimpi, dan kebersamaan.

Baca Juga: Sosok Sonia Piscayanti, Wanita Kreatif Bidang Sastra dan Seni: Dari Bali Utara hingga ke Panggung Dunia

Kesuksesan 5 cm tak membuat Donny berhenti. Pada tahun 2011, ia meluncurkan novel keduanya yang berjudul 2. Berbeda dari karya pertamanya, 2 mengangkat kisah perjuangan seorang perempuan Indonesia yang harus menghadapi tekanan hidup, namun tetap berjuang demi dirinya, keluarganya, dan tanah airnya. Kisah ini menyoroti ketangguhan dan keberanian, dengan narasi yang menyentuh dan inspiratif.

Di samping menulis novel, Donny juga merambah dunia skenario film. Ia terlibat dalam penulisan naskah untuk sejumlah film layar lebar, termasuk adaptasi 5 cm (2012), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013), dan Antologi Rasa (2018). Karya-karya tersebut menunjukkan kepiawaiannya dalam menerjemahkan emosi dan konflik manusia ke dalam visual yang menggugah.

Tak hanya itu, Donny juga bereksperimen di ranah komik. Pada 2012, ia menerbitkan Komik 5 cm yang menyajikan ulang kisah persahabatan dan perjuangan dari novel pertamanya dalam format yang lebih ringan dan visual. Kemudian pada tahun 2020, ia kembali hadir dengan karya 5 cm: Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang—sebuah perluasan semesta dari kisah 5 cm yang kini lebih reflektif dan kontemplatif.

Kehadiran Donny di Singaraja Literary Festival menjadi kabar menggembirakan bagi para pencinta sastra, khususnya generasi muda Buleleng yang sedang bergeliat dalam dunia literasi. Festival ini diharapkan menjadi ajang berbagi inspirasi, proses kreatif, serta tantangan dunia kepenulisan langsung dari para pelaku utamanya.

Komunitas Mahima sebagai penyelenggara menyebut kehadiran Donny sebagai bentuk penghormatan kepada penulis yang konsisten menyuarakan semangat, harapan, dan keberanian dalam karya-karyanya. “Donny bukan hanya penulis, tapi inspirator bagi generasi muda untuk tidak takut bermimpi dan menulis,” ujar Kadek Sonia Piscayanti, Founder Singaraja Literary Festival, Senin (30/6).

Dengan latar belakang yang kuat di dunia literasi dan film, sesi Donny di SLF dipastikan akan menjadi salah satu yang paling ditunggu. Ia dijadwalkan akan berbagi kisah tentang proses kreatif menulis, tantangan menulis novel yang diadaptasi menjadi film, serta pentingnya menjaga semangat berkarya di tengah zaman yang serba cepat ini. ***

Editor : Dian Suryantini
#mendaki #layar lebar #penulis #SEMERU #novel #film #bioskop #indonesia