BALIEXPRESS.ID-Amblesnya jalan di kawasan Bajera, Tabanan, ternyata bukan hanya soal lubang di aspal.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang betapa rentannya sistem transportasi Bali ketika menghadapi gangguan kecil di infrastruktur vital.
Hal ini disoroti oleh advokat sekaligus politisi Gede Pasek Suardika dalam unggahan media sosialnya, Sabtu (12/07/2025).
Ia menyebut insiden ini sebagai "denting suara Bajera" yang seharusnya menyadarkan semua pihak bahwa Bali belum siap menghadapi risiko sistemik dalam transportasi darat, laut, dan udara.
“Transportasi Darat, Laut maupun Udara sudah selayaknya dipikirkan secara komprehensif di Bali dengan mempertimbangkan segala risiko yang mungkin terjadi,” tulis Pasek.
Sejak jalan di Bajera ditutup untuk perbaikan, kendaraan berat dialihkan melalui jalur-jalur ekstrem seperti Bedugul dan Karangasem.
Dampaknya langsung terasa: puluhan kecelakaan terjadi, mulai dari kendaraan yang tergelincir, masuk jurang, hingga saling serempet.
Di jalur timur-utara Bali, kondisi serupa juga terjadi, bahkan dilaporkan ada truk yang terperosok.
Pasek menegaskan bahwa gangguan ini jelas berdampak pada ekonomi dan distribusi logistik.
“Jika truk pengangkutnya banyak kecelakaan, tentu distribusi terhambat. Kalau bus molor, tentu hitungan sewa harian akan berdampak,” ujarnya.
Ia juga mengkritik pernyataan para pemimpin yang menyebut tidak ada dampak ekonomi akibat penutupan jalan Bajera.
“Lihat saja yang kecelakaan, apa saja yang diangkut. Itu pasti terhambat,” sindirnya.
Baca Juga: Perbaiki Tandon Air Berujung Tewas Tersetrum, Korban Sempat Tolak Matikan Listrik
Menurut Pasek, peristiwa Bajera adalah alarm bagi pemerintah dan masyarakat Bali untuk berpikir lebih visioner soal pembangunan infrastruktur.
Ia menekankan pentingnya jalan-jalan besar lintas arah, jalan tol, by pass, rel kereta api, bandara tambahan, pelabuhan laut berkualitas, dan sistem transportasi yang sesuai standar internasional.
“Sedikit gangguan tapi vital, bisa mengacaukan sistem. Bali sudah saatnya naik kelas dari segi infrastruktur,” tegas Pasek.
Amblesnya Bajera mungkin satu titik, tapi ia membuka peta besar persoalan transportasi Bali yang selama ini terabaikan.
Editor : Wiwin Meliana