Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemda Tabanan dan Halmahera Timur Jalin Kerjasama

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 17 Juli 2025 | 00:57 WIB
Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Halmahera Timur resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU).
Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Halmahera Timur resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU).

BALIEXPRESS.ID-  Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali bersama Pemerintah Halmahera Utara, Maluku menjalin kerjasama di bidang pangan, yang disaksikan langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Rabu (16/7).

Bupati Sanjaya menyebut kerjasama antar pulau ini bisa mendukung ketahanan pangan di kedua kabupaten. Disamping itu, Perumda Dharma Santika selama ini telah berkembang pesat melalui penjualan hasil produksi pertanian maupun peternakan. 

“Kerjasama di bidang pangan ini ini tidak ada batasnya. Kedepan dari Halmahera Timur ada juga produk yang bisa dibawa ke Bali untuk dijual,” ucap Sanjaya. 

Sementara itu, Bupati Abaid Yakub mengatakan, memalui kerjasama yang terjalin ini sebagai wadah pembelajaran BUMD Kabupaten Haltim khususnya di sektor pangan. Mengingat sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Haltim berasal dari sektor pertambangan.

“Tabanan di sektor pangan menurut kami sangat bagus sehingga kami ingin bekerja sama melalui perusda,” jelasnya. 

Menurutnya, prinsip utama dari kerjasama ini adalah mensuplai kebutuhan pangan di Haltim. Sebab saat ini, untuk kebutuhan beras, mereka hanya mampu menyuplai kebutuhan industri nikel dengan jumlah tenaga kerja yang sangat banyak. 

Luasan pertanian yang dimiliki hanya sekitar 5 ribu hektare, dengan produksi beras hanya sekitar 200 ribu ton. “Kami hanya bisa mendukung kebutuhan pegawai. Kami melihat Tabanan mampu dan bisa memberikan manfaat pada pemerintahan kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan, Kompyang Pasek Wedha, menyatakan bahwa potensi pertanian, peternakan, dan perkebunan di Tabanan sangat mendukung ketahanan pangan, termasuk untuk wilayah lain seperti Halmahera Timur.

"Kebutuhan pangan tersedia hingga sayur mayur, kerja sama ini untuk mendukung ketahanan pangan. Kerja sama ini sangat strategis karena Halmahera Timur masih terbatas pada komoditas kelapa, sementara kebutuhan pangannya tinggi seiring geliat industri pertambangan," jelasnya.

Selain itu, dilanjutkan Pasek Wedha, kerja sama ini membuka peluang bisnis yang saling menguntungkan. Karena PDDS sendiri sudah memiliki pengalaman menyuplai pangan ke hotel-hotel besar, siap mendistribusikan produk pertanian Tabanan dengan kualitas terbaik. 

Dengan luas sawah sekitar 19 ribu hektare dan hasil panen 7–8 ton per hektare, total produksi padi Tabanan dapat mencapai 260 ribu ton. Sementara konsumsi masyarakat setempat hanya sekitar 200 ton per hari. 

Baca Juga: Waduh! Pria Paruh Baya Tersungkur di Belakang Truk: Bukan Tabrakan, tetapi Diduga Alami Ini

"Artinya, Tabanan masih dalam kondisi surplus dan mampu memenuhi kebutuhan luar daerah. MoU yang telah diteken bersifat fleksibel, namun diharapkan dapat berlangsung jangka panjang sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan perekonomian kedua daerah," ungkap Pasek Wedha.

Editor : IGA Kusuma Yoni
#ketahanan pangan #perumda #kerjasama #halmahera timur #tabanan