BALIEXPRESS.ID– Dua ekor sapi dan satu ekor kerbau milik warga di Desa Yehmbang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, dilaporkan mati akibat sakit.
Baca Juga: Geger Fatwa Sound Horeg Haram, Warga Dukung Langkah Tegas MUI dan Pemerintah
Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Jembrana langsung turun tangan dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan insektisida guna mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan ternak.
Plt Kepala Distan Jembrana, I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, laporan pertama diterima dari Kepala Desa Yehmbang pada Jumat (18/7). Petugas kemudian turun ke lokasi keesokan harinya, Sabtu (19/7).
Baca Juga: Sound Horeg Resmi Dilarang di Karnaval Genteng Banyuwangi, Termasuk Goyang Pargoy
“Saat petugas tiba di lokasi, ternak yang dilaporkan sakit sudah dipindahkan oleh pemiliknya, sehingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan langsung,” ujarnya, Selasa (22/7).
Meski begitu, berdasarkan keterangan pemilik, dua ekor sapi dan satu kerbau yang mati menunjukkan gejala yang seragam.
Di antaranya, penurunan nafsu makan dan luka di lubang hidung. Ketiga hewan itu sempat mendapat penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Dwi Maharimbawa menambahkan, pihaknya tetap akan melakukan penanganan lanjutan di wilayah tersebut.
Termasuk pengobatan, pemberian vitamin bagi ternak lainnya, serta penyemprotan desinfektan dan insektisida di area kandang dan sekitarnya.
Baca Juga: Eks Marinir TNI AL Satria Kumbara Minta Pulang ke Indonesia, Akui Menyesal Gabung Tentara Rusia
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar penyakit yang menyerang ternak warga tidak menyebar ke hewan lain di kawasan tersebut.***
Editor : Wiwin Meliana