Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Balawan hingga Bojan, Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025 Targetkan Ribuan Pengunjung

Rika Riyanti • Sabtu, 26 Juli 2025 | 04:14 WIB

KEMBALI DIGELAR: Konferensi pers Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) yang digelar di Teroemboe Resto, Jumat (25/7).
KEMBALI DIGELAR: Konferensi pers Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) yang digelar di Teroemboe Resto, Jumat (25/7).

 

 

 

 

BALIEXPRESS.ID - Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) kembali hadir untuk edisi ke-12 tahun pada 1-2 Agustus mendatang.

Berlokasi di tengah alam Ubud yang hijau dan kembali digelar di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, UVJF 2025 mengundang para pencinta music JAZZ dari berbagai penjuru dunia untuk menikmati dua hari pertunjukan jazz kelas dunia, kolaborasi seni, dan pertemuan lintas budaya. 

“Selama 12 tahun terakhir, kami membangun festival ini bukan untuk mencari untung. Tidak ada satu pun dari kami yang hidup dari festival ini, tapi kami terus jalan, meski berdarah-darah sejak awal. Sampai hari ini, kami belum mendapat keuntungan apa pun, namun semangat kami tidak akan padam,” ujar sound engineer profesional sekaligus Co-Founder UVJF, Anom Darsana, pada konferensi pers yang digelar di Teroemboe Resto, Jumat (25/7).

“Kami tetap bekerja bersama rekanan yang punya komitmen serupa. Sistem suara di Stage Giri akan ditangani oleh Sora System dari Solo — mereka selalu mendukung festival yang lahir dari komunitas,” tambahnya. 

Baca Juga: Target Rampung Awal Agustus, Pansus DPRD Badung Finalisasi Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah

Ini adalah kali ketiga bagi Sthala Ubud Bali menjadi lokasi penyelenggaraan Sthala Ubud Village Jazz Festival.

Sthala, a Tribute Portfolio Hotel di Ubud, Bali, oleh Marriott International, adalah sebuah hotel yang terletak di tengah-tengah nuansa hijau dan aliran Sungai Wos.

Mereka juga menawarkan berbagai paket untuk menjadikan pengalaman liburan yang semakin berkesan.

"Sthala Ubud Village Jazz Festival ini adalah sesuatu yang dapat dinikmati oleh seluruh member Marriott Bonvoy kami selama berada di Bali," ujar Lasta Arimbawa, Multi-property General Manager hotel tersebut. 

Yuri Mahatma, selaku Co-founder UVJF mengatakan, tahun 2025 menghadirkan tantangan tersendiri, terutama karena melibatkan musisi dari berbagai negara.

“Namun komitmen kami tetap sama: memberi ruang bagi talenta-talenta baru, khususnya dari Indonesia. Salah satunya adalah Mahanada, musisi muda berbakat yang baru berusia 15 tahun. Ada juga Gayatri, dan musisi senior kami Mas Boggie Prasetyo dari Jazz Traveler,” jelasnya.

Tema desain tahun ini, “Ruang Udara: The Space We Breathe” dan “The Space Between Sounds,” mencerminkan dua sisi dari esensi jazz—kehadiran dan hening, nafas dan jeda.

Dengan pendekatan puitis dan desain yang reflektif, ruang festival menjadi bagian dari pengalaman musikal itu sendiri—bergerak bebas, melayang ringan, dan menyatukan elemen suara, langit, dan jiwa.

Baca Juga: 40 Ekor Burung Perkici Dada Merah Kembali ke Bali dari Inggris, Siap Direhabilitasi

Untuk Line-Up UVJF 2025 mulai dari Makoto Kuriya Trio (Jepang) – Pianis jazz-fusion kenamaan yang memadukan improvisasi penuh emosi dengan sensibilitas pop global.

Balawan Trio feat. Jiyestha (Indonesia) – Kuartet dipimpin oleh gitaris virtuoso asal Bali, Balawan, dengan gaya jazz-rock yang berpadu gamelan tradisional.

ROUGE (Prancis) – Trio piano yang menghadirkan jazz modern bernuansa sinematik dan sentuhan klasik kontemporer.

Jazz Steps (Vietnam) – Duo jazz modern yang mengeksplorasi improvisasi dengan sentuhan musik rakyat Vietnam.

Baca Juga: MODUS EKSTREM! Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong Terbongkar: Wanita Ini Sembunyikan Obat Terlarang di Tempat Tak Terduga!

Bojan Cvetković Quartet (Serbia) – Kuartet piano yang menggabungkan ritme Balkan dengan gaya jazz modern.

SILK (Jerman) – Band funk-jazz beranggotakan delapan orang dengan aransemen penuh energi dan brass section yang dinamis.

East West European Jazz Orchestra (Jerman-Ceko-Serbia) – Big band Eropa Timur yang menampilkan swing, soul, dan nuansa musik rakyat.

Galaxy Big Band (Indonesia) – Big band dari Jakarta dengan warna jazz klasik yang dikemas secara modern dan enerjik.

Baca Juga: Tragedi Dini Hari Surabaya: Menguak Alasan di Balik Kecelakaan Maut yang Renggut Nyawa Remaja

Astrid Sulaiman (Indonesia) – Pianis dan komposer dengan formasi Quartet bersama vokalis Soukma dan Doni Wirandana, finalis Voice Of Germany dalam nuansa jazz melodius.

Dizzy & Wicked (Indonesia) – Grup jazz elektronik yang memadukan groove halus dan elemen jazz modern.

Gayatri Quartet (Indonesia) – Kuartet vokal dengan kombinasi swing, bossa nova, dan jazz klasik bernuansa lembut.

Jazz Traveller (Indonesia) – Proyek dari drummer Bogie Prasetyo dengan warna bossa nova dan jazz kontemporer yang ritmis.

Mahanada (Indonesia) – Vokalis muda berbakat yang menampilkan interpretasi emosional dari standar-standar jazz klasik.

Baca Juga: Lakukan Penggelapan dengan Modus Pencatatan Pasien Fiktif di Nusa Penida, Dua Perempuan Diamankan

New Centropezn Jazz Quartet (Rusia) – Grup asal Rostov-on-Don yang memadukan soul, jazz New Orleans, dan elemen kontemporer.

Smokey Chamber Trio (Indonesia) – Trio kamar yang menyuguhkan aransemen intim khas Bali, dipimpin oleh Yuri Mahatma.

Mahanada, musisi termuda yang bergabung tahun ini, mengatakan, dirinya akan membawakan beberapa lagu dari album saya dengan aransemen khusus.

Senada, Diah Gayatri, Vokalis Jazz Gayatri Quartet, mengatakan ini adalah kali pertama dirinya tampil di UVJF.

Baca Juga: Disperinaker Badung Bakal Data Karyawan Terdampak Pembongkaran Pantai Bingin: Pengusaha Harus Bertanggungjawab

Di tengah dinamika jazz di Indonesia, UVJF tampil beda dengan menyajikan 100% jazz di panggung-panggungnya.

“Saya sangat menghargai komitmen ini,” katanya.

Putu Klick Swantara, Arsitek & Desainer Konsep UVJF 2025, mengatakan, UVJF tahun ini mengusung tema Langit & Bumi, yang kami terjemahkan dalam konsep ‘Nyegara Gunung’.

Isu utama yang kami angkat adalah soal kualitas udara dan pengelolaan sampah. Pertama, soal sampah.

 

Pihaknya tidak lagi menggunakan gelas plastik maupun gelas kertas.

UVJF menggunakan gelas khusus yang bisa digunakan ulang oleh pengunjung sepanjang festival.

Kedua, udara. Pihaknya ingin mengajak publik untuk menyadari pentingnya menjaga ruang udara, baik secara ekologis maupun kultural.

“Tata ruang festival kini difokuskan pada dua panggung utama: Stage Giri (langit/udara) dan Stage Subak (bumi/tanah). Kami juga berkolaborasi dengan Kite Community (Kadek Armika) untuk menghadirkan elemen visual dan simbol langit. Saya percaya semua festival seharusnya mulai menerapkan sistem ramah lingkungan seperti ini,” terangnya.

Baca Juga: iPhone 13 Lagi Promo Besar! Ini 7 Alasan Kenapa Kamu Harus Beli Sekarang

Menariknya, Dina, Arsitek dan Desainer Konsep UVJF menambahkan, pihaknya menerapkan sistem deposit cup.

Pengunjung bisa menggunakan gelas khusus dengan deposit Rp10.000, yang bisa dikembalikan di akhir festival.

“Selain itu, tersedia fasilitas refill tumbler dengan sistem pay as you wish. Kami ingin festival ini tetap inklusif dan ramah lingkungan, karena jazz adalah musik yang rendah hati dan bisa dinikmati oleh siapa saja,” jelasnya.

Pada event tahun sebelumnya, pengunjung tercatat mencapai kurang lebih 3.800 orang.

Baca Juga: Danantara Perkuat Sinergi Investasi Strategis Nasional dan Internasional Menuju Ekonomi Hijau

Tahun ini, diproyeksi adanya peningkatan 20 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara, seluruh kamar di Hotel Sthala telah terisi penuh selama periode festival berlangsung.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan lokal dan keterlibatan komunitas, festival ini juga menghadirkan lebih dari 30 booth makanan dan minuman dari pelaku UMKM Bali.

Para pengunjung dapat menjelajahi ragam cita rasa lokal yang menggambarkan kekayaan kuliner dan semangat wirausaha Bali—sejalan dengan misi UVJF untuk mendukung industri kreatif melalui pengalaman festival yang multisensori.(***)

Editor : Rika Riyanti
#Ubud Village Jazz Festival #Sthala a Tribute Portfolio Hotel Ubud Bali #gayatri #musik