BALIEXPRESS.ID – Video viral seorang pria mengenakan kostum Rangda dan berjoget diiringi musik "horeg" terus menuai kontroversi di jagat maya.
Di tengah derasnya kritik dari warganet Bali yang mengecam aksi tersebut sebagai bentuk pelecehan budaya, anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), turut angkat bicara.
Melalui akun media sosial pribadinya, AWK memberikan tanggapan yang menyeimbangkan kritik dan refleksi.
Ia menegaskan bahwa tindakan penari tersebut memang keliru karena membawakan simbol sakral Bali tidak pada tempatnya, dan jauh dari pakem yang seharusnya dijaga.
“Penari dengan kostum Rangda salah karena menarikan Rangda tidak pada tempatnya,” tulis AWK dalam unggahan yang dikutip Kamis (31/7/2025).
Namun, AWK juga mengingatkan masyarakat Bali untuk tidak hanya menyalahkan pihak luar.
Ia menyoroti kenyataan bahwa kostum-kostum Rangda kini dengan mudah diperjualbelikan secara bebas, bahkan secara daring.
“Orang Bali juga salah karena memperjualbelikan kostum Rangda secara umum. Mulat sarira saja, tidak usah selalu menyalahkan orang lain jika kita sendiri tidak bisa menjaga apa yang kita punya,” imbuhnya.
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan panas di media sosial. Banyak warganet menilai aksi pria tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol keagamaan dan budaya Bali.
Pasalnya, Rangda bukan sekadar karakter tari, melainkan figur mitologis yang disakralkan dalam berbagai upacara adat dan religius Hindu Bali.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @tabanan_update, pria tersebut tampak berjoget bebas memakai atribut lengkap Rangda, namun bukan diiringi gamelan Bali, melainkan musik remix khas "horeg" yang identik dengan hiburan rakyat Jawa Timur.
Baca Juga: WADUH! Video Joget Pakai Kostum Rangda Diiringi Musik Horeg Bikin Warganet Bali Geram
Aksi tersebut dianggap menyalahi pakem dan nilai spiritual dari tarian Rangda yang sarat makna.
Komentar warganet pun bermunculan, sebagian besar mengecam dan menandai akun tokoh-tokoh publik Bali, termasuk Arya Wedakarna dan aktivis budaya Niluh Djelantik.
“Kalau mau buat Rangda, buatlah Rangda style di sana. Jangan rusak budaya kami,” tulis akun @jung_sas.
Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui secara pasti, termasuk lokasi dan tujuan dari pertunjukan tersebut.
Editor : Wiwin Meliana