BALIEXPRESS.ID – Dua remaja asal Sidoarjo, Jawa Timur, diamankan warga dan aparat Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, karena diduga melakukan aksi meresahkan.
Keduanya merupakan anak jalanan, terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan.
Mereka terlihat berkeliaran di sekitar salah satu toko modern kawasan Gilimanuk. Mereka juga dilaporkan kerap meminta uang secara paksa kepada pengunjung. Bahkan, keduanya sempat dipergoki warga hendak melakukan hubungan intim di bangunan kosong pada malam hari.
“Warga sudah mencurigai gerak-gerik mereka. Setelah diamankan, kami data identitasnya dan memberikan pembinaan,” ujar Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma
Kedua remaja itu mengaku hendak menuju Payangan, Gianyar, untuk mencari pekerjaan. Namun, mereka datang tanpa tujuan jelas maupun bekal yang cukup. Setelah dilakukan pendataan dan arahan, keduanya akhirnya dipulangkan ke daerah asal melalui Pelabuhan Gilimanuk.
Tony menegaskan bahwa kasus serupa bukan pertama kali terjadi. Banyak remaja dari luar Bali datang tanpa persiapan matang, yang berisiko menjadi korban eksploitasi, penyimpangan sosial, bahkan tindak kejahatan.
“Kami imbau masyarakat maupun pengunjung Bali agar mematuhi aturan administrasi dan menjaga perilaku. Wilayah Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali harus dijaga dari potensi masalah sosial seperti ini,” tegasnya.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana