Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Prof Lanang Perbawa Bela Gubernur Koster dan Istri, GPS Beri Sindiran

Wiwin Meliana • Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:29 WIB

Pasek Suardika beri sindiran diduga ditujukan kepada Lanang Perbawa
Pasek Suardika beri sindiran diduga ditujukan kepada Lanang Perbawa

BALIEXPRESS.ID – Pernyataan Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa yang menilai sebagian pengkritik Gubernur Bali Wayan Koster hanya mencari panggung politik, menuai reaksi keras dari penggiat media sosial sekaligus mantan anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika.

Baca Juga: Pelaku Curanmor di Denpasar Timur Ditangkap, Satu Masih Buron

Melalui unggahan di akun media sosialnya, Rabu (13/08/2025), Pasek Suardika secara blak-blakan menyindir narasi yang menurutnya dipoles dengan label intelektual namun cenderung membela secara membabi buta.

“Setelah bahasa kutukan, sing nawang kidkid, suud buduh, dipoles narasi baru oleh para cerdik pandai bergelar Doktor dan Profesor,” tulis Pasek dalam unggahannya yang diduga ditujukan kepada pernyataan Lanang Perbawa.

Pasek tampaknya merespons bagian dari pernyataan Lanang Perbawa yang menyamakan sikap istri Gubernur Koster, Putri Suastini Koster, dengan Dewi Parwati yang menjelma menjadi Mahakali untuk membela Dewa Siwa.

Baca Juga: Jam Terbang Tinggi, Nusa Medica Kembali Dipercaya Evakuasi Pasien dari Mataram ke Denpasar

Ia menyebut analogi tersebut tidak hanya berlebihan, tetapi juga menggelikan.

“Dan yang paling menggelikan… analisa yang menyamakan kutukan itu sebagai Dewi Parwati yang sedang membela Dewa Siwa sehingga berubah menjadi Mahakali. Durga memurti jadi Mahakali... kone,” sindirnya.

Pasek juga menyinggung soal gelar akademik yang menurutnya tidak selalu menjamin nalar sehat seseorang saat sudah terjebak dalam pengabdian politik yang pragmatis.

“Ternyata gelar pendidikan akan kalah dengan waham syndrome, sehingga akal sehat tenggelam oleh pengabdian pragmatis untuk membela dengan pujian,” pungkasnya.

Baca Juga: Diserang Habis-Habisan, Lanang Perbawa Sentil Pengkritik Gubernur Koster

Sebelumnya, Lanang Perbawa menilai bahwa banyak kritik terhadap Gubernur Koster bersifat tidak konstruktif dan lebih sebagai upaya mencari sorotan publik.

Ia juga menyebut bahwa masyarakat sudah cukup cerdas untuk menilai tokoh yang benar-benar bekerja dibanding yang hanya membangun narasi untuk menjatuhkan.

Namun pernyataan itu justru dianggap Pasek sebagai bentuk pembelaan berlebihan terhadap kekuasaan, yang malah menyudutkan mereka yang bersuara kritis.

Polemik ini pun menambah panjang deretan perdebatan di ruang publik terkait gaya kepemimpinan dan respons terhadap kritik di Bali, di tengah meningkatnya tensi politik menjelang tahun-tahun politik berikutnya.

Editor : Wiwin Meliana
#lanang perbawa #pasek suardika #Sindiran #gubernur koster