BALIEXPRESS.ID – Abrasi yang terus menggerus garis pantai di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, kian mengkhawatirkan. Ombak ganas merangsek ke daratan, meretakkan dinding rumah, dan mengikis rasa aman warga pesisir.
Di tengah situasi itu, sebuah aksi sosial dilakukan oleh sekumpulan pengusaha muda asal Klungkung. Anggota sekaligus pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Klungkung ini menyisihkan sebagian keuntungan usahanya untuk membiayai bedah rumah keluarga yang terdampak abrasi di Pantai Monggalan.
Tanpa seremoni dan jauh dari sorotan publik, pengusaha tersebut memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk berbuat. “Diam, tetapi tindakannya nyata. Ia menjadi contoh bahwa pengusaha muda Klungkung bisa hadir memberi solusi konkret,” kata Ketua Umum Terpilih HIPMI Klungkung 2025–2028, Pande Kadek Yudiartha, Selasa (18/8/2025).
Program bedah rumah ini dilaksanakan secara kolaboratif. HIPMI Klungkung turun langsung sebagai pelaksana renovasi, sementara Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra mendampingi proses kurasi penerima agar tepat sasaran.
Langkah sosial ini bukan yang pertama dilakukan pengusaha muda tersebut. Sebelumnya, ia pernah membantu pedagang kecil melalui pemberian modal usaha, menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Karangasem, hingga membagikan paket sembako di Denpasar. Semuanya dilakukan tanpa publikasi berlebihan.
Data akademis menunjukkan, sepanjang 2016–2019, lebih dari 121 ribu meter persegi garis pantai Klungkung hilang akibat abrasi. Bahkan hingga akhir 2024, sedikitnya empat rumah di Desa Kusamba mengalami kerusakan berat akibat terjangan ombak.
Satu rumah yang berhasil dibedah mungkin terlihat kecil, namun bagi keluarga penerima, hal ini berarti dunia. “Ini bukti bahwa kesuksesan bukan hanya soal membangun usaha, tetapi juga keberanian untuk kembali dan menghaturkan bakti di tanah kelahiran,” ujar Pande.
Mengawali proses pembangunan, telah digelar prosesi Mecaru dan Matur Piuning pada hari Sabtu (16/8/2025) dan pembangunan rencana dimulai hari Kamis mendatang. Dengan target pengerjaan 5 hari apabila cuaca mendukung. “Target kita sebelum pelantikan pengurus HIPMI tanggal 28 Agustus mendatang, pembangunan sudah rampung,” tandasnya.
Tagline “Suksma Leluhur” yang diusung HIPMI Klungkung untuk periode 2025–2028 menjadi semangat di balik aksi ini. Konsep ini mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi harus berakar pada rasa syukur terhadap leluhur dan diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)