BALIEXPRESS.ID – Menyusul keluhan masyarakat dan sorotan tajam dari Anggota DPD RI asal Bali, Niluh Djelantik, terkait kelangkaan serta mahalnya harga LPG 3 kg, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akhirnya angkat bicara.
Melalui akun Instagram resmi mereka, @patraniaga.jatimbalinus, pihak Pertamina menanggapi langsung unggahan Niluh di kolom komentar.
Baca Juga: 2025, Bulog Bali Ditugaskan Serap 3.344 Ton Gabah
Dalam keterangannya, Pertamina menyebut telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan melalui tim Sales Area Bali.
“Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Bali gerak cepat cek ke lapangan, ke agen dan pangkalan. Kami temukan adanya peningkatan permintaan di pangkalan,” tulis akun tersebut dalam komentarnya, Kamis (21/8/2025).
Pertamina juga menjelaskan bahwa meskipun data transaksi melalui Merchant Apps menunjukkan distribusi sesuai aturan, ternyata banyak konsumen yang membeli gas tidak sesuai zona tempat tinggalnya, yakni di luar area pangkalan yang seharusnya mereka akses.
“Konsumen yang membeli LPG 3 Kg berasal dari luar area pangkalan, padahal pangkalan sudah tersebar di setiap wilayah,” ungkap Pertamina.
Baca Juga: Dari Toko Keluarga ke Jaringan Besar, Agung Agra Putra Bawa Ayu Nadi Jadi Ritel Modern Bali
Data Pertamina juga menunjukkan bahwa penyaluran LPG 3 kg di Denpasar telah mencapai 70% dari total kuota 2025, sementara di Badung mencapai 66%.
Bahkan, realisasi ini lebih tinggi 5–6% dibandingkan kuota hingga Agustus, menandakan adanya lonjakan konsumsi.
Untuk mengatasi lonjakan konsumsi, Pertamina Patra Niaga mengklaim telah menggelar pasar murah LPG 3 kg sejak Juli lalu, dan kegiatan ini masih berlangsung hingga Agustus.
“Terdekat akan dilaksanakan di Denpasar Timur dan Denpasar Utara pada 22 Agustus, dan di Monang Maning, Denpasar Barat, pada 23 Agustus 2025,” jelasnya.
Sebelumnya, Niluh Djelantik mendesak Pertamina dan jajarannya agar segera bertindak mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga gas melon, yang di beberapa tempat mencapai Rp40.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Harga harus tetap stabil. DPD RI akan mengawal permasalahan ini hingga tuntas,” tegas Niluh dalam unggahannya pada Rabu (20/8).
Ia juga meminta agar distribusi LPG menyasar langsung ke Bumdes, koperasi, pangkalan, dan sub-pangkalan resmi, agar tidak jatuh ke tangan spekulan atau pengecer nakal.
Kolom komentar unggahan Niluh langsung dibanjiri laporan dari warganet yang mengaku mengalami kesulitan membeli LPG 3 kg, bahkan menyebut kelangkaan sudah terjadi hampir setiap hari sejak tahun lalu.
Pernyataan Pertamina muncul setelah Satgas LPG 3 Kg Provinsi Bali menggelar sidak ke sejumlah pangkalan di Denpasar pada 19 Agustus lalu. Hasilnya, stok LPG 3 kg dinyatakan aman, dan distribusi dari agen masih sesuai alokasi.
Namun, ditemukan satu pangkalan yang menjual LPG di atas HET dan tidak menempatkan papan informasi pangkalan secara jelas.
Editor : Wiwin Meliana