Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Green Force Bulfest, Pasukan Muda Pastikan Area Festival Tetap Bersih

Dian Suryantini • Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:13 WIB

 

Green Force Bulfest sedang berkeliling untuk memantau sampah dan siap untuk dibersihkan.
Green Force Bulfest sedang berkeliling untuk memantau sampah dan siap untuk dibersihkan.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Di tengah riuhnya Buleleng Festival (Bulfest) 2025, ada sekelompok anak muda yang sibuk mondar-mandir dengan rompi hijau muda. Mereka bukan sekadar panitia atau pengunjung, melainkan pasukan khusus bernama Green Force Bulfest. Sebanyak 135 relawan dari berbagai komunitas dan universitas ini didaulat menjadi garda depan dalam menjaga kebersihan, mengedukasi pengunjung, serta memastikan pengolahan sampah berjalan sesuai prinsip ramah lingkungan sepanjang festival, 18–23 Agustus 2025.

Inisiatif ini lahir dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng yang ditunjuk sebagai leading sector dalam pengelolaan lingkungan selama festival. Kepala Bidang Penyuluh DLH Buleleng, Ni Nyoman Widiartami, menyebut perekrutan relawan dilakukan secara terbuka dan berbasis sukarela.

“Kami merekrut 135 relawan dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas anak daerah, forum kebangsaan, Paguyuban Green Youth Bali, hingga perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, Universitas Panji Sakti, serta pelajar SMA/SMK di Buleleng,” jelasnya.

Proses perekrutan dimulai sejak 30 Juli, usai rapat koordinasi bersama ketua komunitas. Para relawan tidak dibatasi usia, hanya dituntut komitmen dan keikhlasan menjaga kebersihan festival, terutama mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber.

Green Force juga berperan sebagai pendidik lingkungan. Mereka aktif menyosialisasikan pemilahan sampah kepada pelaku UMKM di stand kuliner maupun pengunjung.

Salah satu relawan, Putu Ade Oka Wijaya dari Paguyuban Green Youth Bali, mengaku tergerak untuk ikut serta karena tidak ingin Bulfest yang menjadi kebanggaan masyarakat justru meninggalkan timbunan sampah.

“Kami edukasi para pelaku usaha untuk menyediakan tempat sampah terpilah dan bertanggung jawab terhadap sampah mereka. Kami juga berkeliling mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. Setelah acara selesai, kami langsung turun membersihkan seluruh area,” ungkap Ade.

Baca Juga: Lidya dan Ratna, Relawan Muda Pasukan Green Force Bulfest 2025.

Menurutnya, keterlibatan di Green Force bukan hanya soal menjaga festival tetap bersih, tetapi juga bagian dari gerakan perubahan dalam isu lingkungan.

DLH pun menegaskan bahwa kehadiran Green Force tidak berhenti di Bulfest saja. Para relawan ini akan terus dilibatkan dalam agenda lingkungan berkelanjutan, seperti Buleleng Kali Bersih (Bukalsih) dan Bersih Pantai (Bepasih). 

Upaya ini sejalan dengan visi “Bali Bersih, Hijau, dan Indah” dalam kerangka Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta amanat Perda No. 5 Tahun 2011 tentang pengelolaan lingkungan.

Bulfest yang dikenal sebagai perayaan seni dan budaya masyarakat Buleleng kini juga menjadi contoh festival ramah lingkungan berkat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pemuda. Green Force Bulfest 2025 membuktikan bahwa menjaga warisan budaya bisa berjalan seiring dengan merawat kelestarian alam.

“Harapan kami, mereka menjadi agen perubahan yang konsisten. Selain mengedukasi pengunjung di Bulfest, mereka juga bisa menularkan kebiasaan memilah sampah ke masyarakat luas,” ujar Widiartami. ***

Editor : Dian Suryantini
#DLH #green force #relawan #bulfest