BALIEXPRESS.ID – Sebuah video yang memperlihatkan tuan rumah acara adat menyindir tamu undangan karena hanya memberikan amplop berisi Rp50 ribu mendadak viral di media sosial.
Aksi tersebut memicu perdebatan panas di kalangan warganet.
Video yang diunggah oleh akun Vogo Wayan Balisia, warga Banjar Bantas, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem, merekam momen usai acara tradisi yang digelar pada 9 Agustus 2025.
Dalam video berdurasi singkat itu, Vogo secara terbuka membacakan isi buku besar yang mencatat daftar nama para tamu beserta nominal sumbangan kondangan yang mereka berikan.
Puncak kontroversi muncul ketika nama Komang Raditya dibacakan sebagai tamu yang hanya memberikan amplop berisi Rp50 ribu.
“Mohon perhatian, semeton, buat oknum-oknum yang suka ngamplop Rp50 ribu. Belanjaan serba mahal, makan dan minum kuat. Zaman sekarang, tidak bisa cuma kehadiran, tapi isi amplop. Ini bikin malu saja,” ujar Vogo dengan nada tinggi dalam video tersebut dikutip pada Selasa (26/08/2025).
Baca Juga: Pencurian Motor di Kos Dewi Sartika Klungkung Terungkap, Pelakunya Orang Dekat
Tak hanya itu, Vogo bahkan mengingatkan bahwa orang-orang seperti itu sebaiknya tidak lagi menjalin mesidikaran (persaudaraan) dengannya.
Ia merasa dirugikan sebagai tuan rumah, mengingat mahalnya harga bahan makanan dan keperluan acara adat.
Unggahan video tersebut langsung menyulut reaksi keras dari warganet.
Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 2.100 komentar, sebagian besar berisi kritik terhadap sikap tuan rumah.
”De nake ngae acara mun takut rugi,” tulis akun @Pande Komang.
”Asli metimpal di atas materi, yen sik tiange biase amplop 50 ribu + makan di tempat+ sate dan nasi abe mulih yen demen minum sampe puas. Yang penting nyak hadir, keto mare jeg melah,” tulis akun @Mang Sutresna.
Baca Juga: BNPB Klarifikasi Surat Rapat Pernikahan Anak Kepala BNPB: Tidak Gunakan Anggaran Negara
Sementara sebagian kecil warganet menanggapi Santai video tersebut sebagai konten untuk memancing komentar.
”Jangan terpancing ton tuah konten,” tulis akun @Oker Henx.
Kejadian ini menyoroti kembali polemik lama soal budaya kondangan dan ‘balik modal’, terutama dalam konteks acara adat di beberapa wilayah.
Baca Juga: HEBOH! Undangan Rapat Pernikahan Anak Kepala BNPB Viral, Gunakan Kop Surat Resmi Lembaga
Dalam praktiknya, pencatatan isi amplop dan nominal sumbangan memang kerap dilakukan sebagai bentuk dokumentasi, namun mempublikasikannya secara terbuka dianggap tidak etis oleh sebagian besar masyarakat.
Editor : Wiwin Meliana