SINGARAJA, BALI EXPRESS - Suasana penuh semangat membara di depan Tugu Singa Ambara Raja, Senin (25/8) petang. Ratusan atlet dan official berbaris rapi, wajah-wajah mereka dipenuhi harapan, optimisme, dan rasa percaya diri. Dari titik nol kebanggaan Buleleng itu, 911 kontingen resmi dilepas untuk bertarung di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI Tahun 2025.
Jumlah kontingen yang berangkat tahun ini tidak main-main. Ada 663 atlet, 188 official, dan 60 panitia. Mereka akan turun di 49 cabang olahraga, mulai dari yang populer seperti sepak bola, bola voli, hingga cabang ketahanan fisik dan teknik tinggi seperti angkat besi dan pencak silat.
Ketua Kontingen Buleleng, Made Budiawan, menegaskan persiapan yang dilakukan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya latihan fisik dan teknik, atlet juga dibekali pendekatan sport science yang lebih modern. Mulai dari pengaturan pola makan, recovery, hingga penguatan mental, semuanya ditangani serius.
“Pendekatan sport science kami maksimalkan. Fisik dan psikologis sudah digarap dengan baik. Kami pilih Tugu Singa Ambara Raja sebagai tempat pelepasan karena ingin mendapat spirit titik nol Buleleng. Harapannya, target 75 emas yang pernah diraih bisa kita lampaui,” kata Budiawan, Selasa (26/8).
Ia menyebut, pelepasan di ikon kota Singaraja itu menjadi simbol awal perjuangan. Seperti halnya singa yang kokoh berdiri di tengah kota, atlet Buleleng pun diharapkan tampil gagah, percaya diri, dan pantang menyerah di medan laga.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang hadir melepas kontingen, malam itu memberikan suntikan motivasi tambahan. Ia menekankan agar seluruh atlet tidak hanya mengejar medali, tetapi juga menjaga sportivitas.
“Berbuatlah yang terbaik untuk Buleleng. Junjung tinggi sportivitas dengan moto Buleleng Bisa Juara dan semboyan Small is Gold. Minimal bisa bertahan di posisi tiga besar, dengan emas yang lebih banyak dari sebelumnya,” tegas Supriatna.
Baca Juga: Anggota Polres Buleleng Meninggal dalam Kecelakaan Lalu Lintas, Diduga Tabrak Lari
Sambutannya disambut tepuk tangan meriah para atlet. Bagi mereka, ucapan itu bukan sekadar formalitas, melainkan pengingat bahwa mereka membawa nama besar kabupaten berjuluk Bumi Panji Sakti ini.
Tak hanya semangat, janji bonus juga ikut dikumandangkan. Wabup Supriatna memastikan bahwa Pemkab Buleleng sudah menyiapkan hadiah untuk setiap atlet yang berhasil membawa pulang medali. Realisasinya akan diberikan tahun 2026 sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Besaran bonus dipastikan tidak akan lebih kecil dari sebelumnya. Ini bentuk penghargaan kepada para atlet yang sudah berjuang,” ucap Supriatna.
Janji ini tentu jadi pemacu semangat tersendiri. Atlet yang sebelumnya hanya bermimpi soal medali kini punya tambahan motivasi untuk membanggakan Buleleng sekaligus membawa pulang bonus prestasi.
Porprov XVI tahun ini juga menjadi uji nyali sebelum Buleleng dipercaya sebagai tuan rumah pada 2027 mendatang. Maka, target medali emas lebih dari 75 bukan hanya soal peringkat, tetapi juga gengsi menjelang status tuan rumah.
“Porprov kali ini momentum penting. Kita harus tampil maksimal, agar ketika jadi tuan rumah nanti, kita benar-benar siap bersaing,” tambah Supriatna.
Dengan 49 cabang olahraga yang dipertandingkan, Buleleng akan menghadapi persaingan ketat dari kabupaten/kota lain di Bali. Namun, dengan jumlah kontingen yang besar, persiapan matang, serta semangat membara, peluang Buleleng untuk memperkuat posisi di papan atas sangat terbuka lebar.
Di barisan atlet, semangat itu nyata terasa. Mereka sadar, Porprov bukan sekadar pesta olahraga, melainkan juga panggung untuk membuktikan diri. Banyak di antara mereka yang sudah berlatih berbulan-bulan, meninggalkan keluarga demi fokus latihan, dan kini saatnya memperlihatkan hasilnya.
Masyarakat Buleleng pun menaruh harapan besar. Sorak dukungan dan doa mengiringi keberangkatan kontingen, seakan menguatkan keyakinan bahwa “Buleleng Bisa Juara” bukan hanya slogan. ***
Editor : Dian Suryantini