BALIEXPRESS.ID - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung mencatat ada 49,57 hektare lahan sawah yang mengalami gagal panen.
Meski demikian produksi beras di Gumi Keris dipastikan tetap surplus atau telah melebihi kebutuhan masyarakat.
Dari data yang dihimpun hingga akhir Agustus 2025 jumlah Gabah Kering Giling (GKG) yang dihasilkan mencapai 11.371,29 ton atau setara dengan 7.119,57 ton beras.
Baca Juga: 200 Wifi Gratis Terpasang di Tabanan, Target 406 Tuntas November 2025
Kadisperpa Badung I Wayan Wijana mengakui meski ada lahan terserang hama namun GKG masih surplus.
Bahkan diakui kebutuhan beras masih mencukupi bahkan melebihi.
“GKG di Badung sampai Akhir Agustus ini mencapai 11.371,29 ton atau setara dengan 7.119,57 ton beras. sedangkan kebutuhan beras untuk di Badung hanya 4.120,12 ton,” ujar Wijana, Kamis (28/8).
Baca Juga: Woooow! 70 Sambal Kerajaan Hadir di Bali Royal Chili Festival 2025
Pihaknya pun meyakini meski hingga akhir tahun, kebutuhan beras di Badung masih surplus.
Sehingga pihaknya tidak khawatir dengan pasokan beras yang ada.
“Apalagi saat ini hasil petani sudah langsung diambil oleh Perumda Pasar. Sehingga petani tidak khawatir meski hasil pertanian melimpah,” ungkapnya.
Baca Juga: Ngurah Bem Raih Nilai Tertinggi, Selangkah Lagi Jadi Sekda Gianyar
Wijana menwrangkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi pangan.
Utamanya tetap berkoordinasi dengan pimpinan daerah serta seluruh tim untuk memastikan kebutuhan beras tercukupi.
“Kami bersama seluruh jajaran, dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah, akan terus berupaya agar produksi gabah tetap terjaga di tengah berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu,” jelasnya.
Sebelumnya ia menyatakan, dari 9 ribu hektare lebih sawah yang ada di Badung, sebanyak 49,57 hektare yang diserang hama tikus.
Lokasinya pun tersebar di Gumi Keris.
“Jadi sesuai hasil pendataan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serangan tikus menyebabkan gagal panen seluas 49,57 hektar,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga