BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli belum bisa segera mengatasi kerusakan lampu penerangan jalan (LPJ) yang tersebar di beberapa titik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli, Wayan Suastika, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi alasan utama.
Menurut Suastika, alokasi dana pemeliharaan LPJ di Bangli tidak sampai Rp100 juta per tahun.
Anggaran tersebut dinilai jauh dari cukup jika dibandingkan dengan jumlah kerusakan yang ada.
“Memang anggaran tidak sampai seratus juta per tahun. Jumlah ini tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi,” jelas Suastika ditemui Rabu (3/9/2025).
Meski begitu, ia memastikan kerusakan lampu tidak akan dibiarkan terlalu lama.
Dengan anggaran terbatas, pihaknya berupaya melakukan perbaikan mengedepankan skala prioritas.
“Tidak sampai lebih dari setahun tidak diperbaiki. Kami prioritaskan perbaikan lampu yang sudah lama rusak,” ujarnya.
Saat ini, Bangli memiliki sekitar 1.500 titik LPJ yang tersebar di empat kecamatan.
Banyak LPJ tersebut sudah berusia lama sehingga rawan mengalami kerusakan.
Selain faktor usia, beberapa LPJ juga rusak akibat bencana alam, misalnya tertimpa pohon.
"LPJ yang rusak itu banyak yang pengadaan lama-lama," sebut Suastika.
Suastika menambahkan, keterbatasan lain yang dihadapi Dishub adalah tidak tersedianya mobil skylift untuk perbaikan.
Selama ini pihaknya terpaksa meminjam mobil dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau menggunakan tangga.
Namun, penggunaan tangga dinilai kurang efektif dan berisiko.
"Seperti yang di Tegallalang, kami belum bisa mengecek kerusakan karena mobil DLH katanya rusak,” terang pejabat asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku ini.
Dengan berbagai kendala tersebut, Dishub Bangli mengaku berupaya semaksimal mungkin menangani kerusakan lampu jalan agar penerangan di wilayah Bangli tetap terjaga. (*)
Editor : I Made Mertawan