BALIEXPRESS.ID - Sebagai upaya antisipasi beberapa bencana yang kemungkinan terjadi saat musim hujan yang akan datang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan mengusulkan anggaran Rp 100 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinada Giri, menyebutkan dana tersebut akan digunakan untuk menambah sarana dan prasarana penanganan bencana, khususnya banjir dan tanah longsor yang ancaman setiap musim hujan di Kabupaten Tabanan.
“Salah satunya adalah pengadaan perahu lipat, karena sampai saat ini kami belum punya perahu untuk evakuasi korban banjir. Ini belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana evakuasi korban banjir, kami harus menunggu bantuan perahu dari BPBD provinsi," jelasnya Minggu (7/9/2025).
Dilanjutkan Srinadha Giri, dengan memiliki perahu sendiri, BPBD Tabanan akan lebih cepat merespons ketika masyarakat membutuhkan evakuasi. Selain perahu, BPBD Tabanan juga mengusulkan kebutuhan tali khusus evakuasi, senter kepala, sekop, hingga chainsaw portable.
Karena saat musim hujan ekstrem tiba, bencana banjir kerap membayangi beberapa titik di Tabanan. Salah satu titik langganan banjir setiap tahun adalah Perumahan Panorama Sanggulan yang berlokasi Banjar Sanggulan Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri.
Di kawasan tersebut diakuinya menjadi salah satu kawasan yang langganan banjir, yang diakibatkan oleh proses pendangkalan sungai dan pembangunan perumahan di sempadan sungai.
“Selain untuk penanganan banjir, dana yang diusulkan pada APBD tahun 2026 mendatang, juga akan digunakan untuuk proses normalisasi Sungai, mengingat saat ini rata-rata Sungai mengalami pendangkalan sehingga menyebabkan banjir,” lanjutnya.
Selain itu, alat chainsaw terutama dibutuhkan dalam menangani bencana pohon tumbang, karena chainsaw milik BPBD kerap rusak dan belum bisa diperbaiki karena keterbatasan anggaran. Padahal pihaknya sudah mengusulkan dana perbaikan sebesar Rp 25 juta.
"Meski sudah sering diperbaiki (tetap rusak). Untuk ini perlu ada tambahan peralatan lagi. Beberapa waktu lalu saat bencana pohon tumbang, kami sewa chainsaw dengan biaya Rp 7 juta," tambahnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana