BALIEXPRESS.ID – Banjir besar yang melanda Kota Denpasar pada Rabu pagi (10/9/2025) telah menimbulkan bencana serius.
Selain merendam permukiman dan pertokoan di sepanjang aliran Tukad Badung, musibah ini juga mengakibatkan robohnya dua unit rumah toko (ruko) di Jalan Sulawesi, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.
Baca Juga: Gubernur Koster Turun ke TKP Ruko Roboh di Denpasar, Siapkan Santunan untuk Korban
Dua ruko yang diketahui menjual produk tekstil yakni Toko Centrum dan Toko Taslim dilaporkan ambruk ke sungai akibat terjangan arus air yang sangat deras.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi W. yang langsung turun ke lokasi, mengonfirmasi bahwa total terdapat enam korban dalam kejadian tersebut.
“Dari laporan yang kami terima, korban ada enam orang dari dua ruko yang roboh. Dua orang ditemukan selamat dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Empat orang lainnya masih dalam proses pencarian,” jelas Kompol Laksmi saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa hampir setengah bangunan ruko sudah tergerus air.
Baca Juga: Banjir Terjang Klungkung, 60 KK Warga Banjar Pancingan Dievakuasi ke Bale Banjar dan Kantor Desa
Arus Tukad Badung yang meluap sejak subuh hari menyebabkan pondasi ruko-ruko tersebut tidak kuat menahan derasnya aliran air.
Informasi dari pihak keluarga korban menyebutkan bahwa dua ruko yang ambruk merupakan tempat tinggal dan tempat usaha dua keluarga.
Salah satu saksi, Rizal Husain (63), menyebut bahwa empat anggota keluarganya berada di dalam ruko saat kejadian, termasuk kakak kandungnya, Maimunah (75).
Dari keterangan yang dihimpun, korban selamat sementara diduga adalah pasangan Nadira dan Muis, sementara Maimunah, Khusay, Taslim, dan Farwah diduga masih belum ditemukan.
Kapolsek Laksmi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak memaksakan diri keluar rumah saat cuaca ekstrem berlangsung.
“Apabila tidak ada keperluan yang mendesak, lebih baik tetap tinggal di rumah masing-masing. Kecuali jika memang terdampak bencana dan perlu mengungsi,” tegasnya.
Proses pencarian korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan. Pihak berwenang juga mengevakuasi area sekitar yang dinilai rawan longsor dan ambruk.
Editor : Wiwin Meliana