BALIEXPRESS.ID - Progres perbaikan Jalan Raya Perang, Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi saat ini hampir 100 persen rampung.
Sebab saat ini pemadatan jalan yang rusak akibat bencana ini telah diselesaikan.
Hanya saja Dinas PUPR Badung saat ini menunggu jadwal pengaspalan.
Baca Juga: Tragis! Pengendara Perempuan Tewas Usai Tabrak Motor di Depannya di Jalan Seririt–Singaraja
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Gusti Ngurah Made Suardika saat dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut.
Ia menyatakan jika saat ini Jalan Raya Perang sudah dapat dilalui.
“Kemarin (Senin) sudah selesai (pemadatan) jalan, jadi sudah bisa dilalui,” ujar Suardika, Selasa (23/9).
Baca Juga: 273 Sekolah di Buleleng Sudah Gunakan Waspada, Platform Digital Siaga Bencana
Meski sudah dapat dilalui, ia mengaku, saat ini jalan tersebut belum diaspal.
Namun pihaknya menyebutkan, proses pengaspalan akan dilakukan secepatnya.
“Cuma ngaspal hotmix-nya yang belum, tinggal menunggu jadwal aspalnya saja. Tetapi tidak bisa seketika,” ungkapnya.
Baca Juga: Jokowi Minta Relawan Dukung Prabowo–Gibran Dua Periode, PDIP: Demi Anak, Bukan Bangsa
Terkait perbaikan yang dilakukan, Suardika menerangkan, tidak ada penggantian double u-box.
Sebab saat dilakukan pembongkaran tidak ditemukan kerusakan di dasar jalan tersebut.
Perbaikan jalan tersebut pu menggunakan dana pemeliharaan yang telah disiapkan.
Namun belum disebutkan, jumlah anggaran yang digunakan.
“Coba besok ya. Nanti saya info lagi,” ucapnya, seraya menyatakan sedang berobat ke dokter karena dalam kondisi sakit.
Seperti diketahui, jalan tersebut mengalami kerusakan saat terjadi hujan deras pada 10 September 2025.
Namun sejatinya jalan yang menghubungkan, Lukluk menuju Desa Darmasaba, Abiansemal ini baru mendapatkan sentuhan perbaikan pads 21 Januari 2025.
Sebelumnya, Suardika menyebutkan, kerusakan ini bukan karena kualitas perbaikan sebelumnya.
Melainkan akibat bencana alam yang menggerus struktur tanah di bawah jembatan.
“Tidak ada masalah konstruksi dari perbaikan sebelumnya. Yang kemarin itu murni karena curah hujan tinggi, terjadi bencana di mana-mana. Volume air di sungai itu tinggi sekali,” ujar Suardika.
Untuk perbaikan kali ini, Dinas PUPR Badung akan menggunakan material berupa agregat dan lapisan aspal jenis AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course).
Pihaknya pun menyebutkan, perbaikan akan secepat mungkin diselesaikan agar akses jalan dapat digunakan kembali.
“Kalau perbaikan yang dulu kan kita pasang double u-box, sekarang tidak. Karena memang tidak ada permasalahan dengan pengerjaan konstruksi yang kita kerjakan dulu,” pungkasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga