BALIEXPRESS.ID - Seruan boikot Garuda Wisnu Kencana (GWK) ramai bergulir di media sosial.
Sejumlah driver pariwisata menyatakan tidak lagi merekomendasikan obyek wisata tersebut kepada wisatawan, buntut dari penutupan akses jalan warga yang ditutup tembok manajemen GWK.
Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan datang dari akun Facebook @surya atmaja.
Baca Juga: DPRD Bali Ultimatum GWK: Jika Tembok Tak Dibongkar, Eksekutif Siap Turun
Ia menuliskan, “Di Paguyuban Driver kami, sudah sepakat tidak lagi merekomendasikan kesini (GWK), karena sedikitpun tidak ada empati kepada penduduk lokal yang akses rumah mereka di tembok.”
Ketua Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali (FPDPB), Made Darmayasa, menilai keputusan driver untuk tidak merekomendasikan GWK merupakan hak masing-masing individu.
“Itu hak masing-masing driver. Bukan ranah kami mengomentari itu namun, secara filosofis Bali menganut tri hita karana ada parhyangan hubungan harmonis manusia dengan tuhan, pawongan hubungan harmonis manusia dengan manusia, dan palemahan hubungan harmonis manusia dengan lingkungan,” jelasnya, Senin (29/9).
Baca Juga: Komisi IV DPRD Soroti Kondisi Puskesmas II Karangasem, Temukan Banyak Kekurangan
Ia menekankan, jika konsep tersebut benar-benar dijalankan, maka semua pihak bisa hidup harmonis.
“Baik orang Bali sendiri, orang yang berbisnis di Bali, maupun orang yang mengunjungi Bali. Jika ini dilakukan kita akan hidup harmonis di dunia,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster juga turut menanggapi persoalan ini.
Ia meminta agar pihak GWK segera membuka akses jalan warga yang selama ini tertutup.
“Saya sudah konfirmasi dengan sejumlah pihak di Desa Ungasan, memang tidak ada alternatif lain. Jadi karena itu, saya juga meminta pihak GWK agar membuka tembok itu, supaya akses masyarakat yang selama ini menggunakannya sehari-hari, ada anak sekolah, ada orang kerja itu bisa berjalan normal kembali,” kata Koster.
Menurutnya, meskipun jalan itu merupakan aset GWK, tidak ada kerugian yang akan dialami manajemen jika akses tersebut kembali difungsikan untuk warga.(***)
Editor : Rika Riyanti