BALIEXPRESS.ID - Sebuah rumah milik warga di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, mengalami kerusakan.
Kerusakan terjadi akibat ambruknya bagian atap rumah pada Selasa (14/10/2025) dini hari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, Agus Artana Putra, mengatakan peristiwa tersebut disebabkan oleh kombinasi hujan deras disertai angin kencang serta kondisi kayu bangunan yang telah lapuk.
Kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
“Dari hasil asesmen tim di lapangan, diketahui atap rumah permanen milik Komang Sudani,55, dengan luas bangunan sekitar 8 x 5 meter mengalami kerusakan pada bagian teras rumah. Saat kejadian, pemilik rumah sedang tidur dan berhasil menyelamatkan diri tanpa luka,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025).
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III bersama Pusdalops BPBD Jembrana langsung melakukan kaji cepat ke lokasi kejadian setelah menerima laporan pada Rabu (15/10/2025) pukul 14.14 Wita.
Berdasarkan hasil pendataan, satu kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Sebagai bentuk tanggap darurat, BPBD Jembrana menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, peralatan mandi, dan perlengkapan tidur kepada korban.
Tim penanganan di lapangan melibatkan TRC Regu III BPBD Jembrana, Kelian Dinas Dauh Pangkung, serta keluarga korban. Proses penanganan berlangsung sejak pukul 16.45 Wita dan selesai pada pukul 17.10 Wita.
Atas kejadian tersebut, pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih sering terjadi.
“Segera laporkan ke BPBD jika ada kondisi bangunan yang berisiko atau terdampak cuaca ekstrem. Kami siap turun untuk melakukan penanganan cepat,” pungkas Agus Artana. (*)
Editor : I Made Mertawan