Melalui kegiatan ini, mahasiwa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
Sebanyak 616 mahasiswa dari 12 program studi diterjunkan ke 23 desa di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada.
Mereka melaksanakan program pengelolaan sampah yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Buleleng, sekaligus bagian dari upaya kampus dalam mendukung pembangunan berbasis nilai-nilai ekoteologi.
Ketua Panitia KKN, Putu Maria Ratih Anggraini, menjelaskan bahwa mahasiswa diwajibkan berperan aktif dalam penanganan dan edukasi pengelolaan sampah di wilayah penempatan.
“Mahasiswa tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga membantu masyarakat memilah dan mengelola sampah dengan benar. Ini bagian dari pengabdian untuk membangun budaya hidup bersih di desa,” ujarnya.
Ratih menambahkan, pengelolaan sampah menjadi program wajib setiap kelompok KKN, berdampingan dengan kegiatan penanaman pohon sebagai implementasi nilai Ekoteologi yang digagas Menteri Agama RI.
“Keduanya saling melengkapi. Penanaman pohon adalah upaya menjaga alam, sementara pengelolaan sampah adalah bentuk nyata dari tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika