Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Resmi! Salak Sibetan Jadi Warisan Pertanian Dunia, Hasil Olahan Curi Perhatian Tamu Internasional

I Wayan Adi Prabawa • Rabu, 5 November 2025 | 14:42 WIB
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menerima sertifikat GIAHS, pada Selasa (4/11/2025).
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menerima sertifikat GIAHS, pada Selasa (4/11/2025).

BALIEXPRESS.ID – Kabupaten Karangasem, Bali,  kembali mencatat sejarah.

Salak khas Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, kini resmi masuk daftar Global Important Agricultural Heritage System (GIAHS) atau Warisan Sistem Pertanian Penting Dunia yang diakui oleh FAO, lembaga pangan dunia di bawah PBB.

Pengakuan tersebut menegaskan bahwa sistem agroforestri khas Sibetan memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan pertanian global.

Sertifikat resmi GIAHS diserahkan di Roma, Italia, pada (31/10/2025) lalu.

Namun, alih-alih berangkat langsung ke Roma, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata memilih langkah berbeda. 

Gus Par memutuskan untuk tetap di daerah demi efisiensi anggaran, meski secara resmi diundang menghadiri penyerahan penghargaan tersebut.

“Perjalanan ke luar negeri membutuhkan biaya besar, sementara kita sedang melakukan penyesuaian akibat pemotongan anggaran pusat sekitar Rp202 miliar. Lebih baik dana itu kita gunakan untuk membangun infrastruktur dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya, Selasa (4/11/2025).

Sebagai gantinya, Pemerintah Kabupaten Karangasem menugaskan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura I Gusti Lanang Swastika, bersama perwakilan petani untuk mewakili daerah dalam seremoni di markas FAO.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menerima secara simbolis sertifikat GIAHS, pada Selasa (4/11/2025) yang diserahkan oleh Bendesa Adat Sibetan, Made Mastiawan, bersama Ketua Kelompok Tani Dukuh Lestari, I Nengah Suparta.

Turut hadir Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta dan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, I Gusti Lanang Swastika.

Delegasi Karangasem datang membawa berbagai produk unggulan berbahan dasar salak, mulai dari buah segar hingga olahan seperti wine dan bir salak.

Produk-produk tersebut langsung mencuri perhatian para tamu internasional.

“Sepuluh varietas salak yang kami bawa ludes dicicipi. Bir salak bahkan menjadi salah satu yang paling diminati,” ujar Lanang Swastika.

Bupati Gus Par menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI serta seluruh pihak yang telah mendukung proses panjang pengajuan Salak Sibetan ke GIAHS.

Menurutnya, pengakuan dunia ini bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga peluang ekonomi besar bagi petani lokal.

“Dengan status GIAHS, nilai tambah salak Sibetan akan meningkat, kesejahteraan petani bisa naik, dan sistem pertanian tradisional kita tetap terjaga,” ujarnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Olahan Salak #karangasem #salak sibetan