Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terkendala Medan yang Sulit, Pembersihan Sampah Puing Bangunan di Pantai Bingin Belum Tuntas

Rika Riyanti • Senin, 10 November 2025 | 21:06 WIB

PANGGIL: Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, saat diwawancara di Sanur, Denpasar, Senin (20/10)
PANGGIL: Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, saat diwawancara di Sanur, Denpasar, Senin (20/10)

 

 

BALIEXPRESS.ID — Tumpukan sampah sisa pembongkaran bangunan di kawasan Pantai Bingin, Badung, kembali menjadi sorotan publik setelah foto-fotonya beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat material seperti beton dan kayu masih berserakan di sekitar lokasi.

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, memastikan pihaknya telah menerima laporan dari Satpol PP Badung yang bekerja atas instruksi langsung dari Bupati Badung.

Ia menyebutkan, proses pembersihan sebenarnya telah dilakukan sejak Sabtu (8/11).

“Itu kan sampah itu tidak murni dari hasil pemongkaran, itu kan juga sampah kiriman juga, tapi sudah memang dibersihkan hari Sabtu kemarin, tidak ada masalah. Musim hujan itu, apalagi ada gelombang tinggi, pasti arahnya kan ke Kuta, Jimbaran, Canggu, itu kan sampah kiriman kebanyakan memang, bukan sampah dari kita,” ujar Dharmadi saat diwawancara di Kantor DPRD Bali, Senin (10/11).

Baca Juga: DPRD Bali Tegaskan Penegakan Aturan Perizinan, Temukan Banyak Pelanggaran di Hotel Samabe Nusa Dua

Ia menjelaskan, sebagian besar puing bangunan dan sampah lainnya masih dalam proses pembersihan serta penataan.

Tanggung jawab pembersihan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Badung.

Ketika ditanya apakah material sisa pembongkaran tersebut dibawa ke TPA Suwung, Dharmadi mengaku belum mendapat informasi rinci.

“Nah ini, Badung, saya tidak tahu itu, Badung punya kewenangan, saya tidak mau mencari itu, yang pasti masih dalam proses sampai tuntas pemongkaran,” bebernya.

Baca Juga: Gerindra Buleleng Tolak Rencana Bergabungnya Ketum Projo Budi Arie

Dharmadi menambahkan, proses pembersihan di Pantai Bingin memang membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan.

“Targetnya pembersihan sebenarnya selama satu bulan, namun faktanya kan ternyata medannya sangat sulit, sehingga lebih daripada satu bulan, hampir dua bulan pengerjaan pembersihan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua sampah yang tampak berasal dari puing bangunan.

“Kalau puing-puing ya, itu kan puing beton, enggak mungkin dia lari-larikan puing beton, itu kan sampah lain itu. Lihat lah ini, lihat gambarnya itu. Misalkan sampah batang pohon, memang di sana ada batangan pohon, kan enggak ada. Iya kan?” imbuhnya.

Dharmadi menuturkan, selama musim hujan dengan arah angin tertentu, sampah laut memang kerap terbawa arus ke wilayah pesisir seperti Bingin, Kuta, hingga Canggu.

Karena itu, pembersihan dilakukan secara rutin, bahkan di Kuta telah disiapkan alat berat untuk mempercepat prosesnya.

Baca Juga: Soeharto Resmi Pahlawan Nasional: Apresiasi Tokoh dan Pengakuan Jasa Besar Pembangunan Bangsa

“Pembersihan, nanti setelah itu pembersihan, saya dengar-dengar setelah pembersihan baru penataan. Entah untuk apa kan, yang pasti untuk publik ya, bukan disewakan kemana, enggak, tidak ada itu, enggak benar itu isunya,” tutup Dharmadi.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #puing #Pantai Bingin #sampah