Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Bulan Pelatihan, PAUD Desa Cempaga Tunjukkan Perubahan Nyata dalam Moderasi, Gizi, dan Mental Anak

I Putu Mardika • Senin, 17 November 2025 | 16:13 WIB

Ni Luh Ika Windayani, M.Pd, Dosen Prodi PAUD, Institut Mpu Kuturan  saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar
Ni Luh Ika Windayani, M.Pd, Dosen Prodi PAUD, Institut Mpu Kuturan saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar
BALIEXPRESS.ID- Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng disasar program Pengabdian kepada Masyarakat terkait Pelatihan Kolaboratif Edukator-Orangtua untuk Sekolah Sehat: Integrasi Nilai Moderasi, Gizi, dan Kesehatan Mental selama tiga bulan, terhitung Juli hingga September 2025.

Upaya peningkatan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inipun menunjukkan hasil signifikan setelah dilaksanakannya program Model Pelatihan Kolaboratif Edukator-Orangtua untuk Sekolah Sehat.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan dibiyayai dari Dirjen Bimas Hindu dn dipimpin oleh Ni Luh Ika Windayani, M.Pd bersama anggota Ni Wayan Risna Dewi, M.Pd, Ni Putu Widyasanti, M.Pd yang juga Dosen Prodi PAUD, Institut Mpu Kuturan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tiga orang mahasiswa diantaranya Gede Juni Darmawan, Luh Cherina Febrianti dan Luh Budi Ari Ayu.

Dikatakan Winda, integrasi nilai moderasi beragama, pemenuhan gizi anak, serta penguatan kesehatan mental berbasis kolaborasi antara pendidik dan orang tua.

Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai respons atas berbagai permasalahan krusial terkait gizi anak, kesadaran kesehatan mental, dan kurangnya pemahaman nilai moderasi di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Hasilnya, rangkaian pelatihan selama tiga bulan, program ini berhasil membangun sinergi baru antara lembaga PAUD, keluarga, dan kader kesehatan desa,” jelasnya.

Hasilnya, menunjukkan bahwa integrasi tiga pilar moderasi beragama, gizi, dan kesehatan mental memberikan dampak nyata dalam perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik para peserta.

Pada aspek moderasi beragama, pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman orang tua dan guru dalam menerapkan komunikasi yang lebih terbuka, seimbang, dan non-konfliktual.

Hal ini penting mengingat sejumlah dinamika sosial internal sebelumnya menunjukkan adanya miskomunikasi antarorang tua maupun antara orang tua dan guru.

Ni Luh Ika Windayani menegaskan bahwa nilai moderasi bukan hanya terkait aktivitas keagamaan, tetapi juga mencakup cara berinteraksi, pengambilan keputusan bersama, hingga penerapan toleransi dalam forum-forum sekolah.

“Setelah mengikuti sesi praktik, pendidik PAUD mulai mengintegrasikan aktivitas harian yang menanamkan kebiasaan berbagi, gotong royong, serta penghargaan terhadap perbedaan di kelas,” imbuhnya.

Pada aspek gizi, pembahasan menunjukkan bahwa orang tua mulai memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penyajian menu sehat berbasis pangan lokal. Sebelumnya, banyak orang tua yang cenderung memilih makanan instan sebagai bekal anak.

Baca Juga: Begini Kronologi Detik-detik Kecelakaan Maut Tewaskan Pemotor di Depan Indomaret Kalibukbuk Buleleng

Melalui simulasi penyusunan menu dan pendampingan langsung, peserta kini mampu mengolah makanan sederhana namun bergizi sesuai kebutuhan anak usia dini. Perubahan ini tampak dari laporan guru yang menyatakan meningkatnya variasi makanan sehat yang dibawa anak ke sekolah.

Sementara itu, dalam aspek kesehatan mental, hasil pembahasan mengungkap bahwa sebagian besar orang tua belum memahami tanda-tanda stres anak sebelum program dimulai. Melalui sesi pelatihan, termasuk role play dan simulasi pengelolaan emosi, orang tua kini lebih sigap dalam memberikan dukungan emosional.

Guru PAUD melaporkan bahwa anak-anak tampak lebih tenang dan mudah diarahkan selama kegiatan belajar karena pola komunikasi suportif yang mulai diterapkan di rumah.

Ni Luh Ika Windayani, M.Pd, Dosen Prodi PAUD, Institut Mpu Kuturan saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng
Ni Luh Ika Windayani, M.Pd, Dosen Prodi PAUD, Institut Mpu Kuturan saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng

Program ini juga memperlihatkan kemajuan signifikan dalam hal kolaborasi antara edukator dan orang tua. Forum dialog rutin yang difasilitasi selama pendampingan lapangan memungkinkan pertukaran informasi dua arah serta identifikasi isu tumbuh kembang anak secara lebih cepat.

Ni Luh Ika Windayani menyebut bahwa kehadiran forum ini menciptakan “ruang aman” bagi orang tua dan guru untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan PAUD yang sehat dan inklusif.

Secara keseluruhan, hasil pembahasan menunjukkan bahwa model pelatihan kolaboratif ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perubahan perilaku yang dapat dilihat secara nyata dalam praktik harian.

“Nah, keberlanjutan program akan diperkuat melalui jejaring kolaboratif PAUD–Posyandu–pemerintah desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang oleh masyarakat Desa Cempaga,” pungkasnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#desa cempaga #kesehatan mental #Moderasi #Banjar #Dirjen Bimas Hindu #paud #pengabdian kepada masyarakat #gizi #buleleng