SINGARAJA, BALI EXPRESS - Tragedi memilukan terjadi di Air Terjun Kebo Iwo, Banjar Dinas Tegal, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, pada Kamis (20/11) siang. Seorang remaja bernama Gede Putra Pertama, 15, warga setempat, dilaporkan tenggelam setelah berupaya menyelamatkan adiknya dari pusaran air di bawah air terjun tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 Wita itu bermula ketika Gede bersama adiknya, Kadek Rapa Permana, dan beberapa teman mereka memancing ikan sebelum akhirnya memutuskan untuk mandi di area air terjun. Situasi awal tampak aman, air terjun pun terlihat tenang seperti biasanya. Namun dalam hitungan detik, suasana berubah drastis ketika arus pusaran air tiba-tiba menyeret adiknya ke tengah kolam.
“Korban tenggelam setelah berupaya menyelamatkan adiknya yang lebih dulu terseret pusaran air di bawah air terjun. Arus saat kejadian sangat kuat sehingga korban tidak berhasil diselamatkan,” ujarnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Padangbulia, Pengemudi Ditetapkan Tersangka, Lima Jenazah Ditangani Biro Jasa
Melihat adiknya dalam bahaya, Gede tanpa berpikir panjang langsung terjun menolong. Upayanya berhasil menyelamatkan sang adik, tetapi justru dirinya yang kemudian terbawa arus kuat ke pusaran air yang berada di dasar kolam air terjun. Kolam tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar empat meter dengan tekanan air yang dikenal cukup deras, terutama ketika debit air meningkat.
Beberapa teman korban sempat mencoba menarik Gede kembali ke permukaan. Namun derasnya arus membuat upaya itu sia-sia. Mereka bahkan hampir ikut terseret sebelum akhirnya mundur demi keselamatan. Teriakan minta tolong pun memecah keheningan, memanggil perhatian warga sekitar.
Tiga saksi yang berada tidak jauh dari lokasi, yakni Kadek Budi Sadnyana, Mangku Dharma, dan Kadek Rapa Permana, segera turun tangan melakukan pencarian secara manual. Mereka menyisir kolam dan tepian air terjun, namun keberadaan Gede tidak ditemukan. Arus yang semakin kuat membuat proses pencarian berlangsung penuh risiko.
Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan warga sempat melakukan pencarian dengan berbagai metode, termasuk penyelaman manual. Namun kondisi cuaca yang tidak mendukung serta gelombang air yang semakin kuat membuat pencarian dihentikan sementara demi keselamatan tim.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya, dengan harapan kondisi air sudah lebih tenang sehingga proses evakuasi dapat dilakukan secara maksimal. ***
Editor : Dian Suryantini