BALIEXPRESS.ID — Upaya penataan kawasan wisata Ubud kembali digencarkan. Berbagai persoalan ketertiban umum, mulai dari pedagang bermobil, pedagang tumpah, mobil bar keliling Tiki Bus, keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng), parkir liar, hingga maraknya papan usaha berukuran besar yang merusak estetika dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi di Kantor Camat Ubud, Senin (8/12).
Rapat dipimpin Camat Ubud, I Dewa Gde Pariatna, S.STP., dan dihadiri jajaran Dinas Perhubungan, Disperindag, Dinas PTSP, Satpol PP, unsur TNI–Polri, serta perangkat desa dan kelurahan. Forum ini menjadi ruang pembahasan serius untuk merumuskan langkah-langkah strategis menjaga wajah Ubud sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Dalam forum tersebut, Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., melalui Wakapolsek AKP I Wayan Antariksawan, S.H., menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung penuh penataan Ubud. “Polsek Ubud siap bersinergi dengan seluruh instansi untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Penanganan parkir liar, pedagang bermobil, hingga mobil bar keliling akan dilakukan terpadu, humanis, namun tetap tegas,” ujarnya.
Salah satu sorotan utama adalah keberadaan Tiki Bus atau mobil bar keliling yang dinilai mengganggu ketertiban serta membahayakan pengguna jalan. Kapolsek Ubud memberikan dukungan penuh terhadap upaya penghentian aktivitas tersebut. “Aktivitas mobil bar keliling sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan. Kami mendukung penerbitan surat peringatan agar operasionalnya dihentikan di wilayah Ubud,” tegasnya.
Terkait persoalan parkir liar yang kerap menimbulkan kemacetan, polisi memastikan telah melakukan patroli intensif serta penertiban rutin. “Dengan adanya tim gabungan, kami harap Ubud kembali tertib, lancar, dan aman,” tambah AKP Antariksawan.
Hasil rapat menghasilkan kesepakatan pembentukan tim gabungan penertiban untuk menangani pedagang bermobil, gepeng, parkir liar, papan usaha ilegal, serta mobil bar keliling. Penertiban akan dilaksanakan secara berkelanjutan demi menjaga citra Ubud sebagai kawasan wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga nyaman, aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai estetika. *
Editor : Putu Agus Adegrantika