SINGARAJA, BALI EXPRESS — Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng pada Minggu malam (14/12) mengakibatkan dua kejadian bencana longsor di wilayah barat dan timur Buleleng. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Kejadian pertama terjadi di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt. Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Senderan rumah milik seorang warga bernama Putu Jeniarta dilaporkan roboh akibat tanah yang tidak mampu menahan debit air hujan.
Berdasarkan hasil asesmen Tim TRC BPBD Buleleng, longsoran senderan memiliki lebar sekitar 10 meter dengan tinggi mencapai 10 meter. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp10 juta. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Laka Dini Hari di Gitgit, Truk Terbalik ke Parit dan Sopir Tinggalkan TKP
Sebagai bentuk respon cepat, BPBD Buleleng menyalurkan bantuan logistik berupa satu buah terpal untuk membantu warga terdampak melindungi area rumah dari potensi hujan lanjutan. Penanganan di lapangan turut melibatkan Babinkamtibmas serta perangkat Desa Unggahan guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
Sementara itu, kejadian longsor kedua terjadi di wilayah timur Buleleng, tepatnya di Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan. Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WITA di hari yang sama. Hujan deras menyebabkan pondasi senderan, kamar mandi, dan dapur rumah milik Nengah Rudanis mengalami amblas dan terbawa longsor.
Struktur bangunan yang terdampak memiliki ukuran kurang lebih panjang 10 meter, lebar 2 meter, dan tinggi sekitar 5 meter. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp20 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BPBD Buleleng melalui Tim TRC Regu II bergerak cepat melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik berupa satu buah terpal, satu paket sembako, dua buah selimut, serta dua buah matras. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan dasar korban dalam situasi darurat.
“Kedua kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, Senin (15/12). ***
Editor : Dian Suryantini