Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petani Jatiluwih Tabanan Bertahan, Seng Penutup Sawah Masih Terpasang

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 18 Desember 2025 | 14:40 WIB

 

Pemasangan seng oleh petani di DTW Jatiluwih sebagai bentuk protes dan berharap keadilan setelah belasan akomodasi pariwisata ditutup oleh pemerintah, Kamis (5/12/2025). 
Pemasangan seng oleh petani di DTW Jatiluwih sebagai bentuk protes dan berharap keadilan setelah belasan akomodasi pariwisata ditutup oleh pemerintah, Kamis (5/12/2025). 

BALIEXPRESS.ID- Para petani yang juga pemilik bangunan di kawasan persawahan DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan yang disegel oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, sampai saat ini belum juga mencabut seng yang dipasang.

I Nengah Darmikayasa, seorang pemilik lahan menyebutkan bahwa puluhan seng yang dipasang secara menyebar di areal persawahan miliknya dan rekan petani lainnya.

Sampai saat ini, seng masih terpasang seperti semula meski padi yang ada di areal persawahan tersebut sudah panen.

“Sampai saat ini lembaran seng tersebut masih terpasang seperti semula. Masih terpasang karena kami masih menunggu kesempatan untuk menyampaikan aspirasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pansus TRAP di DPRD Bali,” jelasnya Rabu (17/12/2025).

Ketika ditanya soal proses pemanggilan kepada 13 pemilik bangunan oleh Satpol PP Provinsi Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali, Darmikayasa menyebutkan proses pemeriksaannya sudah selesai.

Meski pemeriksaannya sudah selesai, namun dikatakan Darmikayasa, belum ada tindak lanjut dari DPRD Bali maupun dari Satpol PP Bali terkait dengan kelanjutan dari penyegelan tersebut, sehingga lembaran seng disebutkannya masih terpasang.

“Pasca-pemeriksaan, sampai saat ini belum ada pertemuan lanjutan, baik di internal desanya maupun oleh pemerintah daerah di Kabupaten Tabanan atau Provinsi Bali. Jadi kami juga tetap menunggu,” ungkapnya.

“Kami berharap aspirasi yang kami sampaikan saat audiensi dengan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, pada Senin (8/12/2025) lalu bisa ditindaklanjuti, sehingga kami kembali bisa berusaha,” harapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 petani dan pelaku usaha di kawasan DTW Jatiluwih memasang lembaran seng sebagai respon atau protes terhadap penyegelan bangunan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali atas perintah Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali.

Selain memasang seng, para petani ini juga memasang plastic di kawasan persawahan DTW Jatiluwih.

Tujuannya adalah untuk menghalangi para wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan TW Jatiluwih. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#pansus tata ruang #Jatiluwih #tabanan