Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Warga Jembrana Meninggal Diduga Rabies, Pernah Digigit Anjing 3 Bulan Lalu

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:43 WIB
Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melakukan vaksinasi emergency di wilayah Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.
Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melakukan vaksinasi emergency di wilayah Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.

BALIEXPRESS.ID– Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melakukan vaksinasi rabies secara darurat (emergency).

Hal ini menyusul adanya laporan satu kasus kematian warga dengan dugaan rabies di wilayah Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.

Korban berinisial IMA,39, warga Kelurahan Tegalcangkring, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (23/12/2025) di RSUD Negara.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, kematian korban diduga kuat berkaitan dengan riwayat gigitan hewan penular rabies (HPR) yang tidak mendapatkan penanganan medis sejak awal.

Sekitar tiga bulan sebelum meninggal, korban diketahui pernah digigit anjing peliharaannya sendiri di bagian tangan kanan dan kaki kiri.

Korban tidak mendapatkan Vaksin Antirabies (VAR) serta tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Anjing tersebut kemudian dibunuh dan dibuang ke sungai.

Keluhan awal baru muncul pada 22 Desember 2025, berupa panas dingin, sesak napas, nyeri tenggorokan saat menelan air, kesulitan menelan, mual dan muntah berulang, serta demam.

Korban sempat dibawa ke RS Balimed Negara keesokan harinya, namun pulang atas permintaan sendiri.

Kondisi korban kemudian semakin memburuk dan kembali dibawa ke RSUD Negara dengan diagnosis disfagia dan suspek rabies.

Beberapa jam setelah dirawat, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Bidang Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan pihaknya telah melakukan vaksinasi rabies emergency sebagai langkah cepat mencegah penyebaran virus rabies di lingkungan sekitar korban.

“Vaksinasi emergency sudah kita lakukan kemarin. Kegiatan vaksinasi ini akan terus berlanjut, dan pada tahun 2026 nanti kami akan menyusun jadwal vaksinasi kembali secara menyeluruh,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Ia menegaskan, vaksinasi tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing dan kucing, di wilayah yang dinilai berisiko tinggi.

Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, di Kelurahan Tegalcangkring dilakukan vaksinasi rabies menggunakan vaksin Neo Rabivet terhadap 16 ekor HPR.

Sementara di Desa Delod Berawah, vaksinasi dilakukan terhadap 13 ekor HPR.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih proaktif melaporkan setiap kejadian gigitan atau kontak dengan hewan penular rabies ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengalami gigitan atau kontak dengan HPR agar segera melapor ke puskesmas terdekat, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#rabies #digigit anjing #jembrana