Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jelang Pergantian Tahun, Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Badung Melonjak

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 31 Desember 2025 | 11:19 WIB

Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati.
Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati.

BALIEXPRESS.ID - Jelang pergantian tahun, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Badung mengalami peningkatan.

Lonjakan harga ini pun muncul sejak awal minggu keempat di Desember 2025.

Kenaikan harga terutama terjadi pada cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, tomat, dan bensin.

Baca Juga: Pansus TRAP Hentikan Operasional Jungle Padel di Munggu, Temukan Pelanggaran Tata Ruang

Meski demikian ada juag penuruan harga dari canang sari, cabai merah, beras, udang basah, dan kacang panjang.

Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan, pihaknya telah mencermati sejumlah isu strategis yang memicu kenaikan harga.

Seperti, harga cabai rawit mengalami lonjakan akibat terbatasnya pasokan seiring masuknya musim hujan sejak Oktober di sebagian wilayah Indonesia.

Baca Juga: Pansus TRAP Hentikan Operasional Jungle Padel di Munggu, Temukan Pelanggaran Tata Ruang

Kondisi serupa pun terjadi pada bawang merah dan tomat, yang pasokannya menurun karena musim hujan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, khususnya Bangli.

“Selain itu, harga daging ayam ras meningkat akibat pasokan yang terbatas di tengah tingginya permintaan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), diperparah oleh ketidakstabilan cuaca. Harga bensin juga tercatat naik seiring penerapan kebijakan kenaikan harga bensin jenis Pertamax," ungkap Rosyawati pada Selasa (30/12).

Pihaknya menyebutkan, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung telah menerbitkan Surat Himbauan Nomor 500/23490/Setda tertanggal 17 Desember 2025.

Baca Juga: Stok BBM Nasional Aman Jelang Tahun Baru 2026, Pemerintah Jamin Distribusi Lancar

Surat tersebut menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk mengambil langkah konkret dalam menurunkan dan menjaga stabilitas harga pangan strategis, terutama cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Dinas Pertanian dan Pangan juga diminta meningkatkan gerakan menanam cabai dan bawang merah, mendorong produksi telur serta daging ayam ras, dan menyampaikan jadwal panen kepada Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS).

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan diarahkan untuk melakukan monitoring distributor minyak goreng, memastikan penyaluran langsung ke pedagang pasar, mengedukasi pengecer terkait HET Rp 15.700 per liter, pembatasan penjualan maksimal 12 liter per konsumen per hari, serta pemasangan spanduk informasi harga.

Adapun Perumda Pasar dan Pangan MGS diminta mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dan peternak Badung, memperkuat kerja sama distribusi dengan Buleleng, Tabanan, dan Bangli, serta memaksimalkan pemanfaatan alat CAS sebagai tempat penyimpanan cabai dan bawang merah.

"Melalui berbagai langkah ini, kami berharap ketersediaan pasokan meningkat, distribusi semakin lancar, rantai pasok dapat dipangkas, dan pada akhirnya stabilitas harga pangan tetap terjaga, khususnya saat momentum akhir tahun dan pergantian tahun baru," tegasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kabupaten Badung #kebutuhan pokok #harga