BALIEXPRESS.ID - Perayaan malam tahun baru 2026 telah usai, namun euforia ini pun menyisakan sampah yang tak dapat diolah.
Hal ini ditunjukkan dari volume sampah kembang api yang mencapai 3,5 ton dalam satu malam.
Sampah ini dikumpulkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung dari Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita).
Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, Anak Agung Gede Agung Dalem mengatakan, sejak pukul 06.00 Wita tim dari DLHK telah melaksanakan tugas untuk melakukan pembersihan pantai.
Pembersihan ini dilakukan di Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta dengan jumlah sampah yang hampir sama.
“Sampah kembang api di kumpulkan di Pantai Kuta 1 ton, Pantai Legian 1,5 ton, dan Pantai Seminyak 1 ton,” ujar Agung Dalem, saat dikonfirmasi Kamis (1/1).
Pihaknya menyebutkan, dalam pembersihan sampah ini melibatkan 125 orang di lapangan.
Sampah ini pun dibersihkan secara manual dibantu sejumlah alat berat untuk mempercepat pekerjaan.
“Kami juga mengerahkan 7 unit loader, dua beach cleaner, dua crowler carrier, tiga unit ekskavator, dan 10 truk sampah,” ungkapnya.
Baca Juga: Impresif! Ini Sederet Capaian BRI dan Kontribusi untuk Negeri di Sepanjang Tahun 2025
Disinggung terkait pembersihan di pantai lainnya, Agung Dalem mengaku, tidak banyak sampah di tempat lainnya.
Sebab pantai lain diperkirakan tidak terlalu diminati untuk perayaan malam tahun baru.
“Pantai lain ternyata tak banyak diminati untuk acara kembang api,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menyatakan, volume sampah kembang api sejatinya hampir sama saat tahun sebelumnya.
Hanya saja dalam penanganan sampah belum dapat diolah, sehingga bekas kembang api tersebut langsung dikirimkan ke TPA Suwung. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga