Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, Guru Besar yang Mengabdikan Ilmu bagi Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Bali

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 2 Januari 2026 | 20:26 WIB
Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa
Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa

BALIEXPRESS.ID - Di balik kiprahnya sebagai Guru Besar Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par., adalah sosok akademisi perempuan yang konsisten menautkan ilmu pengetahuan dengan pengabdian pada budaya, spiritualitas, dan kehidupan masyarakat Bali. Lahir di Gianyar, 26 November 1964, ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai tradisi Hindu Bali yang kemudian membentuk arah perjalanan intelektual dan pengabdiannya.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Universitas Udayana dengan menempuh pendidikan Sarjana Sastra Indonesia pada 1984–1989. Ketertarikannya pada nilai-nilai keagamaan dan pemikiran Hindu membawanya melanjutkan studi Sarjana Filsafat Agama di STAH Negeri Denpasar. Tak berhenti di sana, ia memperluas perspektif keilmuan melalui Magister Kajian Pariwisata dan kemudian meraih gelar Doktor Kajian Budaya di Universitas Udayana, menjadikannya figur akademisi multidisipliner yang memadukan sastra, agama, budaya, dan pariwisata.

Karier profesional Prof. Tary Puspa di dunia pendidikan tinggi diwarnai dengan berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat IHDN Denpasar, Sekretaris Program Studi Magister Brahma Widya, hingga Sekretaris Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana. Puncak pengabdiannya tercermin saat dipercaya sebagai Dekan Fakultas Dharma Duta serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar periode 2021–2024. Dalam setiap jabatan, ia dikenal mengedepankan tata kelola akademik yang inklusif, berorientasi mutu, dan berpijak pada kearifan lokal.

Tak hanya aktif dalam manajemen pendidikan, Prof. Tary Puspa juga produktif dalam penelitian yang menyentuh isu-isu strategis masyarakat Bali. Sejumlah penelitiannya menyoroti peran perempuan Hindu, relasi gender dalam ritual keagamaan, hingga kajian teologi feminis. Penelitian tentang eksistensi nabe istri, perlindungan anak dalam Kakawin Nitisastra, serta relasi Siwa-Buddha dalam upacara yajña menunjukkan kepeduliannya pada harmoni spiritual dan sosial dalam kehidupan umat Hindu.

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus penelitiannya berkembang ke arah penguatan desa adat dan pariwisata berbasis masyarakat. Kajian tentang pengembangan Desa Wisata Bongan, pengelolaan Situs Kebo Iwa, hingga heritage berbasis masyarakat di Desa Adat Bedha, Tabanan, menjadi bukti nyata kontribusinya dalam menjembatani akademisi dengan kebutuhan riil masyarakat. Ia memandang pariwisata bukan sekadar industri, melainkan ruang edukasi budaya yang harus dikelola secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Bagi Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, ilmu pengetahuan bukanlah menara gading yang terpisah dari kehidupan sosial. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, ia terus menegaskan peran akademisi sebagai agen perubahan yang merawat nilai-nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan. Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa perempuan Hindu mampu mengambil peran strategis dalam dunia akademik sekaligus menjadi penjaga warisan budaya Bali di tengah arus zaman. *

Editor : Putu Agus Adegrantika